Penurunan Hasil Tangkapan Nelayan Pancing, Bubu, dan Jaring di Desa Tanjung Jaya
PANDEGLANG, tnipolrinews.com – Tanjung Jaya, Panimbang – Pandeglang, Banten | 28 November 2025.
Tanjung Jaya, Panimbang. Aktivitas para nelayan pancing, bubu, dan jaring di Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, mengalami penurunan drastis dalam beberapa minggu terakhir. Kondisi ini terjadi akibat cuaca yang tidak menentu, mulai dari gelombang tinggi, angin kencang, hingga hujan yang turun hampir setiap hari.
Saat dikonfirmasi oleh TNIPOLRInews, Bapak Nyeok alias Hadi, salah satu nelayan sekaligus pengelola tempat penyandaran ikan di Kampung Cipanon, mengungkapkan bahwa pendapatan nelayan saat ini hampir selalu kosong setiap hari.
“Setiap berangkat melaut hasilnya sering tidak ada. Kita nelayan sudah sangat mengeluh, karena cuaca buruk membuat ikan sulit didapat,” ujar Bapak Nyeok.

Tidak hanya nelayan, para pedagang ikan keliling pun ikut terdampak. Jaya, salah seorang pedagang ikan yang biasa berjualan menggunakan sepeda motor, menyampaikan keluhannya di depan awak media.
“Saya juga sangat mengeluh, karena hasil tangkapan dari nelayan di Kampung Cipanon turun sekali. Dampaknya kami pedagang ikut sepi,” jelasnya.
Penurunan hasil tangkapan ini membuat rantai ekonomi pesisir Desa Tanjung Jaya melemah. Para nelayan berharap adanya perhatian dari pihak terkait serta dukungan pemerintah untuk membantu meringankan beban masyarakat pesisir yang terkena dampak cuaca ekstrem.
Penurunan drastis hasil tangkapan nelayan pancing, bubu, dan jaring. Nelayan Desa Tanjung Jaya, termasuk Bapak Nyeok alias Hadi dan pedagang ikan bernama Jaya.
Kampung Cipanon dan Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten.
When (Kapan): 28 November 2025.
Cuaca tidak menentu, gelombang tinggi, dan angin kencang sehingga ikan sulit ditangkap.
Nelayan mengeluh karena pendapatan sering kosong; pedagang ikan juga mengalami penurunan pasokan dan penjualan.
Jurnalis: Satim