Bahagia dengan Mengingat dan Menyebut Nama-Nya Oleh: Dr. M.Rosidi, S.H., M.H, (Dosen Jurusan Ilmu Hukum UMBS)

—–
TNIPOLRINEWS.COM |
” …Dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kalian berbahagia…”
(Q.S. 8 : 45)
Mungkin kita sering bertanya-tanya, bagaimanakah menghadirkan kebahagiaan secara terus menerus dalam kehidupan ini? Adakah cara sederhana agar kita selalu diliputi kebahagiaan?
Untuk menjawab beberapa pertanyaan di atas ada baiknya kita belajar dari pengalaman kita masing-masing. Pernahkah kita mencintai seseorang? Apa yang sering kita lakukan untuk menunjukkan rasa cinta kita, sekaligus menghadirkan rasa bahagia dalam diri kita?
Ya, menyebut namanya. Salah satu bukti rasa cinta seseorang yang akan menimbulkan perasaan bahagia adalah seringnya menyebut nama orang atau sesuatu yang dicintainya. Dengan terus menerus menyebut nama yang dicintainya, maka seseorang akan merasakan kebahagiaan. Bahkan, ketika orang lain menyebut namanya saja dapat menimbulkan getaran dalam hati kita. Ada rasa senang dan bahagia ketika nama orang yang kita cintai disebut, baik oleh kita sendiri maupun oleh orang lain.
Demikian halnya, jika seorang hamba benar-benar mencintai Tuhannya, maka dia akan terus menerus mengingat dan menyebut nama Tuhannya. Karena hal ini akan menimbulkan perasaan bahagia tak terhingga. Perasaan damai akan merasuki relung jiwanya. Ketenteraman akan bersemayam di dalam batinnya. Dan ketenangan akan menghunjam ke dalam lubuk hatinya yang paling dalam. Inilah rasa cinta yang sesungguhnya. Kebahagiaan akan selalu hadir bagi para pencinta yang begitu tulus mengingat, menyebut dan ‘menghadirkan’ Dzat yang dicintainya, yakni Allah Swt.
Selain kebahagiaan yang didapat, mengingat dan menyebut nama Allah akan menjadikan hati tenang dan damai. “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (Q.S. Ar-Ra’du: 28)
Salah satu penyakit serius yang tengah melanda masyarakat modern dewasa ini adalah kegamangan dalam menjalani hidup. Hal ini disebabkan karena kondisi batin yang selalu gelisah, jiwa yang tidak tenang, serta hati yang penuh kekhawatiran dan kecemasan.
Padahal, tidak jarang mereka yang mengalami kegelisahan batin dan ketidaktenangan jiwa ini, jika dilihat dari kehidupan ekonominya bukanlah orang-orang yang kekurangan. Bahkan banyak di antara mereka yang berkelimpahan harta. Dari sisi materi semua tercukupi, bahkan berlebih, tetapi dari sisi ruhani, mereka mengalami kekeringan dan kegersangan. Jasmani mereka sehat, tapi ruhani mereka sakit. Raga mereka kuat, tapi jiwa mereka rapuh.
Sesungguhnya, jika orang-orang yang mengalami keresahan jiwa, kegelisahan batin, serta ketidaktenangan dalam hatinya mau kembali kepada ajaran agama (Islam), pasti mereka akan menemukan jawaban atas persoalan yang tengah dihadapinya.
Dalam Islam, al-Qur’an mengajarkan sebuah cara efektif untuk menghilangkan keresahan jiwa, kegalauan hati dan kegelisahan batin. Cara yang dimaksud adalah zikir. Ya, zikir yang berarti mengingat atau menyebut (nama Allah Swt) adalah cara paling tepat dan efektif untuk menghilangkan segala bentuk penyakit dalam hati kita.
Menurut Al-Ghazali, zikir merupakan aktivitas yang penting, bahkan satu-satunya cara yang tepat untuk memfokuskan hati hanya kepada Allah. Zikir adalah cara untuk menenangkan hati dan menentramkan batin. Dengan zikir, seeseorang akan mendapatkan sakinah, ketenangan dan kenyamanan hidup.
Rasulullah Saw pernah mengilustrasikan perbedaan antara orang yang berzikir dengan yang tidak berzikir. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Musa r.a. Rasullullah Saw pernah menegaskan, “Perumpamaan orang yang berzikir kepada Allah dan orang yang tidak berzikir, adalah seumpama orang yang hidup dan mati.” (HR. Bukhari)
Dengan selalu mengingat dan menyebut nama Allah, merasakan kehadiran-Nya di setiap gerak, langkah kaki, serta hembusan nafas kita, hati kita menjadi tenang, jiwa pun merasakan kebahagiaan.
Senin , 8 Desember 2025.
Kaperwil TNIPOLRINEWS Jawa Tengah
