Januari 1, 2026

Ponpes Riyadussolihin Rusak, Diterjang Puting Beliung,  2,5 Bulan Tidak Ada Bantuan Pemerintah 

0
IMG-20251228-WA0107

SOBANG-PANDEGLANG, tnipolrinews.com – Minggu, 28 Desember 2025. Peristiwa terjadi di Pondok Pesantren(Ponpes) Riyadussolihin di Kampung Sukasantri mengalami kerusakan parah akibat diterjang angin puting beliung dengan kecepatan tinggi.

Kerusakan meliputi atap bangunan utama yang terbang, plafon kelas ambrol, dinding retak, serta kerusakan pada fasilitas belajar dan asrama santri. Hingga detik ini, belum ada satupun bantuan atau rehabilitasi dari pemerintah daerah maupun pusat untuk memulihkan fungsi lembaga pendidikan tersebut.

1. Seluruh keluarga besar Ponpes Riyadussolihin yang dipimpin oleh Hj. Sanuji selaku pemilik dan pimpinan.
2. Puluhan santri yang kehilangan tempat belajar dan tinggal yang layak.
3. Masyarakat sekitar yang selama ini turut memanfaatkan pesantren sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial.

Alamat Lengkap: Pondok Pesantren Riyadussolihin, Kampung Sukasantri, Desa Bojen, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Keterangan Lokasi: Daerah ini termasuk wilayah yang rawan bencana angin kencang, namun akses bantuan seringkali lambat karena lokasinya yang berada di pedesaan.

Kejadian pada 15 Oktober 2025, pukul 14:31 WIB.
Durasi Kerusakan: Sudah 75 hari (2,5 bulan) sejak bencana terjadi, dan bangunan masih dalam kondisi memprihatinkan tanpa penanganan serius.

1. Ancaman terhadap Pendidikan: Ponpes merupakan lembaga pendidikan agama yang vital bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di daerah tersebut. Terhentinya kegiatan belajar mengajar berarti mengancam masa depan pendidikan agama puluhan santri.
2. Kegagalan Sistem Penanganan.

Bencana: Lamanya waktu tanpa bantuan mengindikasikan celah dalam sistem penanggulangan bencana daerah, khususnya dalam pendataan dan respons terhadap kerusakan infrastruktur pendidikan.

3. Prinsip Keadilan Sosial: Sebagai lembaga yang mengabdi untuk masyarakat, pesantren berhak mendapat perhatian dan bantuan yang setara dengan korban bencana lainnya, tanpa diskriminasi.
4. Potensi Bencana Susulan: Bangunan yang rusak dan tidak segera diperbaiki dapat membahayakan keselamatan penghuninya jika terjadi cuaca ekstrem kembali.

Kondisi Saat Ini: Aktivitas belajar mengajar dipindahkan ke ruangan yang tidak terlalu rusak dengan kondisi seadanya. Beberapa santri terpaksa pulang karena fasilitas tidak memadai. Suasana ketidakpastian menyelimuti pengurus dan santri.

Kebutuhan Mendesak:
1. Bantuan Material: Atap seng, kayu, semen, paku, dan material bangunan lainnya untuk rehabilitasi.
2. Bantuan Tenaga Ahli: Teknisi atau relawan yang bisa membantu perbaikan struktur bangunan.
3. Bantuan Dana: Untuk membeli material dan membayai tenaga kerja.
4. Bantuan Perlengkapan: Meja, kursi, kitab, dan perlengkapan ibadah yang rusak.

Aksi yang Ditunggu: Intervensi cepat dari BPBD Pandeglang, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Pemerintah Kabupaten Pandeglang untuk melakukan assesmen kerusakan dan segera menyalurkan bantuan rehabilitasi.

“Kami sangat bersyukur tidak ada korban jiwa saat kejadian. Tapi, rasa prihatin dan kecewa mulai muncul karena sudah 2,5 bulan kami seperti dilupakan. Ponpes ini adalah rumah kedua bagi anak-anak yang ingin belajar agama. Dengan kondisi atap terbuka dan dinding retak, bagaimana mereka bisa belajar dengan tenang? Kami hanya meminta perhatian dan keadilan. Bantuan sekecil apapun dari pemerintah akan sangat meringankan beban kami dan membangkitkan kembali semangat belajar santri-santri kami,”  ujar Hj. Sanuji, Pemilik & Pimpinan Ponpes Riyadussolihin.

Lokasi Ponpes: Dapat diakses melalui jalan desa di Kp. Sukasantri, Desa Bojen.

Jurnalis: Mukri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *