Curah Hujan Tinggi Sebabkan Rumah Warga di Desa Pangkalan Terendam Banjir

Tnipolrinews.com //
Pandeglang Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Sabtu, 3 Januari 2026, mengakibatkan rumah warga terendam banjir. Rumah tersebut berada di Blok Warek RT 003/002, Desa Pangkalan.
Peristiwa yang terjadi adalah banjir yang merendam rumah warga, menyebabkan air masuk ke dalam bangunan rumah dan menggenangi sejumlah perabotan milik pemilik rumah.
Korban terdampak merupakan salah satu warga Desa Pangkalan, yang bermukim di Blok Warek RT 003/002. Warga sekitar turut terdampak secara tidak langsung akibat genangan air yang meluas di lingkungan permukiman.
Kejadian banjir berlangsung pada Sabtu, 3 Januari 2026, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam tanpa henti.
Lokasi kejadian berada di Blok Warek RT 003/002, Desa Pangkalan, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Banjir terjadi diduga kuat akibat curah hujan yang sangat tinggi, ditambah dengan sistem drainase lingkungan yang tidak mampu menampung debit air. Kondisi saluran air yang sempit dan kurang terawat menyebabkan air meluap dan menggenangi rumah warga.
Air mulai naik secara perlahan saat hujan terus mengguyur kawasan tersebut. Dalam waktu singkat, air masuk ke dalam rumah warga, memaksa pemilik rumah untuk menyelamatkan barang-barang penting ke tempat yang lebih aman. Ketinggian air diperkirakan mencapai puluhan sentimeter, sehingga aktivitas warga terganggu.
Salah satu warga setempat mengatakan bahwa banjir kerap terjadi saat hujan deras turun dalam waktu lama. Warga berharap adanya langkah konkret dari pemerintah desa maupun instansi terkait, seperti perbaikan drainase dan normalisasi saluran air, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Dalam peristiwa ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa, namun kerugian material masih dalam pendataan. Hingga berita ini diturunkan, warga masih siaga mengantisipasi kemungkinan hujan susulan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, serta segera melaporkan kepada aparat desa atau pihak berwenang apabila debit air kembali meningkat.
Jurnalis: Mukri