Anak-Anak Warga Desa Bojen Manfaatkan Genangan Banjir untuk Berenang Bersama

TNIPOLRINEWS.COM –
Pandeglang, Banten 10/01/2026 Banjir kembali melanda Desa Bojen, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, pada Sabtu, 10 Januari 2026. Akibat curah hujan yang tinggi dan berlangsung cukup lama, sejumlah wilayah permukiman warga tergenang air dengan ketinggian yang bervariasi. Di tengah kondisi tersebut, beberapa anak-anak warga terlihat memanfaatkan genangan banjir dengan berenang dan bermain air secara bersama-sama.
Peristiwa yang terjadi adalah aktivitas anak-anak yang berenang dan bermain di genangan air banjir yang menggenangi jalan dan lingkungan permukiman warga Desa Bojen. Meski terlihat sebagai hiburan spontan, kondisi ini menyimpan risiko keselamatan dan kesehatan bagi anak-anak.
Anak-anak yang terlibat merupakan warga setempat, sementara orang tua dan masyarakat sekitar hanya bisa mengawasi dari kejauhan. Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat kehadiran petugas dari instansi terkait untuk memberikan imbauan atau pengamanan di lokasi banjir.
Banjir terjadi pada Sabtu, 10 Januari 2026, sejak pagi hari, menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sobang sejak malam sebelumnya.
Lokasi kejadian berada di Desa Bojen, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, khususnya di area permukiman dan jalan desa yang terendam banjir.
Banjir diduga kuat disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi, ditambah dengan buruknya sistem drainase dan aliran air di wilayah tersebut. Kondisi ini menyebabkan air hujan tidak tertampung dengan baik dan meluap ke lingkungan warga. Banjir di Desa Bojen disebut warga sebagai kejadian yang kerap berulang setiap musim hujan.
Air banjir menggenangi jalan dan halaman rumah warga dengan ketinggian mulai dari lutut hingga pinggang orang dewasa. Anak-anak yang melihat genangan air tersebut kemudian turun langsung ke lokasi banjir dan berenang bersama-sama, tanpa perlengkapan keselamatan. Meskipun tampak ceria, kondisi ini berpotensi membahayakan karena air banjir dapat mengandung kotoran, benda tajam, serta arus tak terduga.
Dampak dan Kekhawatiran Warga
Sejumlah warga mengaku khawatir terhadap keselamatan anak-anak, mengingat risiko terseret arus, terperosok ke saluran air, hingga ancaman penyakit kulit dan infeksi pascabanjir. Namun, keterbatasan ruang bermain dan minimnya pengawasan membuat kejadian tersebut sulit dihindari.
Warga juga menyoroti kurangnya perhatian serius dari pemerintah desa dan instansi terkait dalam penanganan banjir secara permanen. Selama ini, penanganan dinilai masih bersifat sementara dan belum menyentuh akar persoalan.
Harapan Masyarakat
Masyarakat Desa Bojen berharap agar pemerintah daerah, BPBD, serta dinas terkait segera melakukan langkah konkret, mulai dari normalisasi drainase, perbaikan saluran air, hingga edukasi keselamatan bagi anak-anak saat terjadi banjir. Warga menegaskan bahwa banjir bukan sekadar peristiwa musiman, tetapi ancaman nyata terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak.
Jurnalis: Mukri