Gubernur Jatim Khofifah: Talenta Digital Penentu Daya Saing Lulusan di Era AI

Surabaya Jatim, Tnipolrinews.com —
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa pengembangan talenta digital, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan penguatan literasi teknologi menjadi kunci utama dalam menyiapkan lulusan SMA, SMK, dan SLB agar siap terserap di dunia kerja yang terus berubah secara cepat.
Hal tersebut disampaikan Khofifah saat membuka Sosialisasi Program Pengembangan Talenta Digital Nasional Jenjang SMA, SMK, dan SLB se-Jawa Timur, di Surabaya, Selasa (20/1/2026)
Menurut Khofifah, tingkat keterserapan lulusan di dunia kerja merupakan indikator penting keberhasilan pendidikan. Bahkan, dalam pemeringkatan perguruan tinggi dunia, salah satu indikator utama yang digunakan adalah tingkat serapan lulusan oleh dunia usaha dan industri.
“Istilah link and match memang mudah diucapkan, tetapi dalam praktiknya proses pencocokan antara lulusan dan kebutuhan dunia kerja terus mengalami dinamika. Data kebutuhan tenaga kerja selalu bergerak dan berubah, sehingga harus terus diperbarui agar kebijakan pendidikan yang kita susun tetap relevan,” ujar Khofifah.
Ia menambahkan, kebijakan pembangunan yang didasarkan pada data lama tidak akan efektif menjawab tantangan zaman. Oleh karena itu, Jawa Timur memberi perhatian besar pada penguatan tata kelola data. Khofifah menyebutkan bahwa Jawa Timur akan menerima apresiasi nasional sebagai provinsi terbaik dalam implementasi Satu Data Indonesia, yang mencerminkan komitmen seluruh perangkat daerah dalam menghadirkan data yang akurat dan mutakhir.
Dalam konteks pengembangan SDM, Khofifah menekankan pentingnya penguasaan teknologi digital, big data, dan AI. Menurutnya, perusahaan-perusahaan berskala nasional dan multinasional saat ini sepenuhnya bekerja berbasis data dan ekosistem digital.
“Jika ekosistem pembangunan kita ditopang oleh SDM yang memiliki kapasitas digital dan AI yang kuat, maka kepercayaan investor akan semakin besar, dan Jawa Timur akan menjadi tujuan utama investasi,” tegasnya.
Khofifah juga menyinggung pesatnya pertumbuhan industri manufaktur di Jawa Timur yang menuntut kesiapan SDM lebih cepat. Ia menyebutkan bahwa kontribusi industri manufaktur Jawa Timur telah mencapai 35 persen, melampaui target nasional jangka panjang.
“Kondisi ini harus diimbangi dengan kesiapan lulusan SMA, SMK, termasuk program double track, agar memiliki kompetensi kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri,” jelasnya.
Meski demikian, Khofifah menegaskan bahwa penguasaan teknologi dan AI tidak boleh menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan. Guru, menurutnya, tidak akan tergantikan oleh AI, namun harus mampu menguasai dan memanfaatkan AI dalam proses pembelajaran.
“Teknologi dan karakter harus berjalan beriringan. AI adalah alat bantu, sementara pembentukan karakter, etika, dan nilai kemanusiaan tetap menjadi peran utama pendidik,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menyampaikan, kegiatan sosialisasi ini bertujuan mempercepat terbukanya peluang kerja bagi lulusan SMK, sekaligus meningkatkan kompetensi guru SMA dan SMK, khususnya pada jurusan teknologi informasi dan program double track. Ia menilai peluang kerja di bidang digital sangat luas dan dapat diakses melalui penguatan talenta serta pelatihan daring yang relevan.
Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital, BPSDM Komdigi, Said Mirza Pahlevi, menambahkan, dunia pendidikan saat ini berada di tengah akselerasi transformasi digital global. Pelatihan yang dikembangkan kini tidak lagi bersifat konvensional, melainkan terintegrasi dengan pemanfaatan AI, mulai dari pemahaman dasar hingga penerapan yang lebih aplikatif.
Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta secara luring dan 1.140 peserta secara daring, serta disiarkan langsung melalui fasilitasi live streaming oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur dan disaksikan oleh sekolah-sekolah di seluruh Jawa Timur yang memiliki kompetensi di bidang komputer dan teknologi informasi. (Sonn)