Februari 1, 2026

Pemkab Lampung Selatan Gass Irigasi Modern Lewat JIAT

0

Lamsel, Tnipolrinews.com –

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian melalui pembangunan infrastruktur irigasi modern. Melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBUN), Pemkab Lampung Selatan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung melakukan running test atau uji operasional Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Desa Sukadamai, Kecamatan Natar.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Plt Kepala Dinas TPHBUN Lampung Selatan, Mugiono, sebagai bagian dari upaya memastikan seluruh sistem irigasi berfungsi optimal sebelum dimanfaatkan secara penuh oleh para petani. Uji operasional meliputi pemeriksaan sumur bor, pompa air, jaringan pipa, hingga bak penampungan air, guna menjamin distribusi air berjalan lancar dan merata ke areal persawahan.

JIAT sendiri merupakan sistem irigasi yang memanfaatkan sumber air tanah melalui sumur bor, sebagai solusi atas keterbatasan air permukaan, khususnya di wilayah yang kerap terdampak kekeringan saat musim kemarau. Berbeda dengan irigasi konvensional yang bergantung pada sungai atau danau, JIAT dinilai lebih adaptif untuk mendukung pertanian berkelanjutan.

Di Desa Sukadamai, telah dibangun sebanyak empat unit JIAT. Setiap unit mampu mengairi lahan seluas 10 hingga 15 hektare, sehingga total cakupan mencapai sekitar 40 sampai 60 hektare sawah. Keberadaan sistem ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan air secara stabil, terutama bagi petani padi di Kecamatan Natar yang selama ini masih bergantung pada pola tadah hujan.

Mugiono menjelaskan, pengembangan JIAT bukanlah hal baru di Lampung Selatan. Sistem ini telah diterapkan sejak 2017, salah satunya di Desa Rejomulyo, Kecamatan Jati Agung, dan terbukti mampu meningkatkan produktivitas pertanian. Bahkan pada 2022, penerapan JIAT di Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji, memungkinkan petani melakukan diversifikasi tanaman, tidak hanya padi tetapi juga sayuran.

Seiring perkembangan zaman, pemerintah daerah terus memperluas dan memodernisasi sistem irigasi. Pada tahun 2025, Lampung Selatan mengembangkan kawasan pertanian modern seluas 1.019 hektare di Desa Trimomukti, Kecamatan Candipuro, dengan fokus pada pembenahan sistem irigasi berbasis teknologi, termasuk JIAT. Kawasan ini diproyeksikan menjadi zona smart farming yang efisien dan berkelanjutan.

Dari sisi operasional, JIAT juga dinilai sangat ekonomis. Sistem ini menggunakan tenaga listrik dengan biaya operasional sekitar Rp16.000 hingga Rp20.000 per jam. Selain lebih hemat, penggunaan listrik juga lebih ramah lingkungan dan menghasilkan kinerja pompa yang stabil, sehingga distribusi air ke lahan pertanian lebih terjamin.

BBWS Mesuji Sekampung, sebagai unit kerja Kementerian PUPR, berperan penting dalam memastikan seluruh infrastruktur JIAT memenuhi standar teknis pengelolaan sumber daya air. Keterlibatan BBWS juga bertujuan menjamin keberlanjutan pasokan air tanah agar sistem dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Melalui pembangunan dan pengujian JIAT ini, Pemkab Lampung Selatan berharap lahan sawah tadah hujan yang sebelumnya hanya dapat ditanami sekali setahun, kini dapat ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali masa tanam. Dengan demikian, risiko gagal panen akibat kekeringan dapat ditekan, pendapatan petani meningkat, dan target swasembada pangan daerah semakin mendekati kenyataan.

Upaya ini sejalan dengan semangat “Lampung Selatan Maju”, yang menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan pertanian yang modern, efisien, dan berpihak pada kesejahteraan petani.

BR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *