Jejak Kenangan, Tawa, dan Persahabatan yang Tak Lekang Waktu

Surabaya, TNIPOLRINEWS.com —
Suasana haru bercampur hangat menyelimuti perpisahan Kelas 1.5 SMAN 13 Surabaya pada Tahun Ajaran Juli 1991. Momen sederhana namun penuh makna itu menjadi penanda berakhirnya satu bab perjalanan para siswa, sekaligus awal kisah baru yang kelak mereka jalani di kelas berikutnya.
Acara perpisahan berlangsung dalam nuansa kekeluargaan khas awal 90-an tanpa gemerlap berlebihan, namun kaya akan rasa. Tawa lepas, senyum malu-malu, dan sesekali mata berkaca-kaca menjadi saksi kuatnya ikatan yang terjalin selama satu tahun belajar bersama. Dari bangku kelas, halaman sekolah, hingga obrolan kecil di sela jam istirahat, semua kenangan seakan kembali hadir.
Kepala sekolah dan para guru menyampaikan pesan penuh harap: agar ilmu, kedisiplinan, dan nilai kebersamaan yang ditanamkan di SMAN 13 Surabaya menjadi bekal hidup. Para wali kelas pun mengingatkan bahwa perpisahan bukanlah akhir, melainkan jembatan menuju kedewasaan dan tanggung jawab yang lebih besar.
Tak ketinggalan, perwakilan siswa Kelas 1.5 menyampaikan kesan dan pesan tentang guru yang tegas namun penuh perhatian, tentang sahabat yang setia berbagi cerita, serta tentang mimpi-mimpi yang mulai berani diucapkan. Tepuk tangan panjang menutup setiap sambutan, mengiringi rasa syukur dan bangga.
Perpisahan itu bukan sekadar seremoni. Ia adalah arsip emosi menyimpan kisah persahabatan, semangat belajar, dan kebersamaan yang kelak akan dikenang dengan senyum. Tiga dekade lebih berlalu, kenangan Juli 1991 tetap hidup: menjadi cerita yang hangat untuk diceritakan kembali, dan pengingat bahwa masa sekolah adalah fondasi yang membentuk siapa kita hari ini.
SMAN 13 Surabaya tempat kenangan tumbuh, persahabatan bersemi, dan mimpi-mimpi pertama menemukan arah.
(Djoko Kariyono)