Februari 8, 2026

Djoko Kariyono: “Sebenarnya Semua Anggota Tubuh Bersujud, Selaraskan Keinginanmu Dengannya Agar Kamu Sehat”

0

 

KEDIRI, TNIPOLRINews.com |

Dalam sebuah refleksi spiritual yang mendalam, Djoko Kariyono, Ketua Kordinator Nasional 2, Jawa Dwipa Pelita Prabu, menyampaikan pesan inspiratif tentang makna sujud yang tidak hanya dimaknai sebagai gerakan fisik dalam ibadah, tetapi sebagai simbol kepasrahan total seluruh anggota tubuh kepada Sang Pencipta.

Menurutnya, manusia sering kali hanya memahami sujud sebatas ritual, padahal secara hakikat, seluruh tubuh sebenarnya sedang “bersujud” setiap saat jantung yang berdetak, paru-paru yang bernapas, otak yang berpikir, hingga sel-sel tubuh yang bekerja tanpa henti.

“Sebenarnya semua anggota tubuh bersujud. Hanya saja keinginan dan ego kita sering tidak selaras dengan fitrah tubuh itu sendiri. Ketika keinginan kita selaras dengan kebenaran dan keseimbangan, maka kesehatan akan mengikuti,” ujar Djoko Kariyono dalam pernyataannya.

Secara medis, gerakan sujud diketahui memiliki banyak manfaat, di antaranya:

1. Melancarkan peredaran darah ke otak
2. Membantu relaksasi saraf
3. Menenangkan pikiran dan mengurangi stres
4. Meningkatkan keseimbangan sistem saraf

Namun Djoko menekankan bahwa manfaat terbesar bukan hanya pada gerakan fisik, melainkan pada kesadaran batin saat melakukannya.

“Saat kita sujud dengan hati yang tunduk, bukan sekadar kepala yang menyentuh tanah, di situlah terjadi harmonisasi antara jiwa dan raga,” tambahnya.

Dalam penjelasannya, Djoko Kariyono mengingatkan bahwa banyak penyakit modern berakar dari ketidakseimbangan gaya hidup pola makan berlebihan, kurang istirahat, stres berkepanjangan, hingga ambisi yang tidak terkendali.

Tubuh, menurutnya, selalu memberi sinyal ketika terjadi ketidaksesuaian. Namun manusia kerap mengabaikannya.

Djoko mengajak masyarakat untuk:

1. Mengendalikan hawa nafsu dalam makan dan bekerja
2. Menjaga pikiran tetap positif
3. Mengurangi amarah dan kecemasan
4. Memperbanyak refleksi diri dan ibadah

“Ketika keinginan kita terlalu memaksa, tubuh akan memberontak. Tapi ketika kita selaras dengan nilai-nilai kebenaran, tubuh menjadi tenang. Di situlah sehat itu hadir,” jelasnya.

Konsep yang disampaikan Djoko Kariyono menekankan bahwa kesehatan bukan sekadar bebas dari penyakit, tetapi harmoni antara:

1. Pikiran
2. Hati
3. Tindakan
4. Keyakinan

Djoko menilai bahwa ketika manusia menyadari bahwa seluruh tubuhnya tunduk pada hukum alam dan ketetapan Tuhan, maka hidup menjadi lebih ringan dan penuh syukur.

Djoko Kariyono mengajak masyarakat untuk menjadikan sujud bukan hanya sebagai ritual harian, tetapi sebagai filosofi hidup.

“Selaraskan keinginanmu dengan kebenaran. Tubuhmu sudah bersujud setiap detik. Tinggal hatimu yang harus ikut tunduk,” jelasnya lagi.

Refleksi ini menjadi pengingat bahwa kesehatan sejati lahir dari kesadaran, keseimbangan, dan kepasrahan yang tulus.

Jurnalis: Ninik Qurotul Aini, S.Th.I., C.Par

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *