Yayasan Pendidikan Islam Al Jami’Atusysyubban Terendam Banjir, Kegiatan Belajar Mengajar Terpaksa Diliburkan

Tnipolrinews.com |
8 peberwari 2026, Pandeglang – Sabtu 8 Februari 2026 – Hujan deras yang disertai angin kencang sejak pukul 12.00 WIB hingga saat ini belum juga reda, kembali menyebabkan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al Jami’Atusysyubban terendam banjir. Yayasan yang berlokasi di Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten tersebut terpaksa menghentikan sementara aktivitas belajar mengajar demi menjaga keselamatan seluruh warga sekolah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, ketinggian air yang menggenangi lingkungan yayasan diperkirakan mencapai sekitar 60 sentimeter. Air merendam halaman, akses masuk, hingga sebagian bangunan yayasan, sehingga aktivitas pendidikan tidak memungkinkan untuk tetap dilaksanakan seperti biasa. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan siswa, guru, serta potensi kerusakan sarana dan prasarana pendidikan.
Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al Jami’Atusysyubban Abong, S.Pd.I, saat ditemui awak media menyampaikan bahwa banjir yang terjadi kali ini bukanlah kejadian pertama. Dalam beberapa waktu terakhir, banjir telah terjadi sebanyak dua kali, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Panimbang.

Menurutnya, banjir diduga kuat disebabkan oleh kondisi saluran air di sekitar yayasan yang sempit dan tidak mampu menampung debit air hujan, sehingga air dengan cepat meluap dan menggenangi area yayasan.
“Sejak malam hari jam 12 ,00wib hujan turun cukup deras dan sampai sekarang belum juga reda. Air naik cukup cepat dan ketinggiannya mencapai kurang lebih 60 sentimeter. Situasi ini tentu sangat mengkhawatirkan, apalagi menyangkut keselamatan anak-anak yang sedang menuntut ilmu,” ujar Abong, S.Pd.I.
Akibat banjir tersebut, pihak yayasan mengambil langkah cepat dengan meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar. Keputusan ini diambil sebagai bentuk antisipasi untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, sekaligus melindungi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
“Kami terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar untuk sementara waktu. Keselamatan anak-anak dan para guru adalah prioritas utama kami. Kami tidak ingin mengambil risiko di tengah kondisi banjir seperti ini,” jelasnya.
Selain mengganggu aktivitas pendidikan, banjir juga dikhawatirkan berdampak pada perlengkapan belajar, arsip yayasan, serta fasilitas penunjang pendidikan lainnya. Oleh karena itu, pihak yayasan berharap adanya perhatian dan langkah nyata dari pemerintah daerah maupun instansi terkait.
Lebih lanjut, Ketua YPI Al Jami’Atusysuban berharap pemerintah dapat turun langsung melihat kondisi di lapangan, sekaligus membantu mencarikan solusi jangka panjang agar persoalan banjir yang kerap terjadi tersebut dapat segera diatasi.

“Kami sangat berharap pemerintah bisa membantu, baik melalui perbaikan drainase maupun solusi lain yang tepat. Harapan kami ke depan, Yayasan Pendidikan Islam Al Jami’Atusysyuban bisa aman dari banjir, sehingga proses pendidikan dapat berjalan dengan lancar, aman, dan nyaman,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, hujan masih mengguyur wilayah Kecamatan Panimbang. Masyarakat sekitar diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan serta menjaga keselamatan diri dan keluarga masing-masing.
Jurnalis: Satim