Februari 13, 2026

Menjelang Ramadan 1447 H, Pengajian Matabaca Nurul Hayat Salurkan Santunan dan Sembako di Surabaya

0

SURABAYA, TniPolrinews.com –

Menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Pengajian Matabaca (Majelis Takmir Abang Becak) binaan Yayasan Nurul Hayat menyalurkan santunan dana seraya serta bingkisan paket sembako kepada jamaah di Kota Surabaya.

Kegiatan sosial keagamaan tersebut digelar pada Kamis, 12 Februari 2026, mulai pukul 19.30 WIB, bertempat di Masjid Arrahman area Mapolsek Wonokromo. Acara berlangsung tertib dan lancar, diikuti ratusan jamaah Matabaca wilayah Wonokromo.

Pendamping lapangan Yayasan Nurul Hayat, Ustadz Na’in, dalam sambutan singkatnya menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polsek Wonokromo atas dukungan fasilitas dan sarana pendukung kegiatan. Hari ini adalah pertemuan terakhir untuk pengajian menjelang libur bulan puasa. Untuk penyaluran santunan, kami menyiapkan sebanyak sesuai data yang masuk di kantor Yayasan. Wilayah Wonokromo tahun ini tercatat sebanyak lebih dari 200 orang jamaah dan kami telah mempersiapkan amplop untuk dana seraya dan bingkisan paket sembako sejumlah tersebut,” terangnya.”

 

“Sementara itu, Koordinator Lapangan Matabaca, Abah Agus Bharata, menjelaskan bahwa mekanisme pembagian santunan dilakukan secara porposional dan perorangan berdasarkan presense kehadiran jamaah dalam pengajian selama satu tahun. Ini dilakukan agar jamaah memahami berkaitan dengan pertanggungjawaban administrasi dengan pihak manajemen Yayasan,” tegasnya.”

“Takmir Masjid Arrahman Mapolsek Wonokromo, Abah Juhri, menegaskan pentingnya koordinasi lintas pihak dalam setiap kegiatan yang melibatkan jamaah dalam jumlah besar.Selaku takmir, kami selalu intens untuk menjalin kerja sama dan berkoordinasi melalui seksi bidang kerohanian institusi polsek,” Ujarnya.

Usai kegiatan, Ustadz Na’in menambahkan bahwa Pengajian Matabaca tidak hanya menjadi ruang pembelajaran agama, tetapi juga berkembang sebagai kekuatan sosial dan spiritual bagi para anggotanya. Dengan nilai-nilai Islam, semangat gotong royong, dan kebersamaan, Matabaca membuktikan bahwa dakwah dapat tumbuh dari akar rumput dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Semoga pengajian Matabaca Nurul Hayat terus istiqamah dalam membangun ukhuwah dan menanamkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” tutupnya.”

 

(Triwono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *