April 3, 2026

Bupati Egi ‘Sentil’ Dorong Guru Jangan Tertinggal Zaman, Hadapi Perubahan, Tekankan Peran AI dalam Pendidikan

0

Lamsel, Tnipolrinews.com –

Tak mengenal kata libur, Radityo Egi Pratama terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Lampung Selatan. Kali ini, ia hadir langsung di Kecamatan Penengahan untuk membuka kegiatan peningkatan kapasitas tenaga pendidik sekaligus memberikan pesan tegas soal pentingnya adaptasi terhadap perubahan zaman.

Hal tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional bertajuk “How to Be a Great Teacher di Era Perubahan” yang digelar oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (3/4/2026), di Aula SMA Kebangsaan, Kampus UIMandiri Lampung.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kabupaten Lampung Selatan dengan mengangkat tema: “Pengajar Belum Tentu, Mengajar Tapi, Mampu Mengaspirasi”.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Muhammad Yusuf Kurniawan, Ketua PKC Lampung, Nico Mardana Ketua PC. PMII Lampung Selatan, Toto Priyana Ketua Harian UIMandiri Lampung, Hargito Ketua IkA. PMII, Supriyanto Sekda Lampung Selatan, Syaifulloh Plt. Kadis Pendidikan, Darmawan Asisten Bupati.

Turut hadir juga, Dr. Rustono Farady Marta, Rektor UIMandiri, Yus Karyanto Mewakili Wempy Kepala Sekolah SMA Kebangsaan, H.Ahmad Rifa’i, Kakan Kemenag Lampung Selatan, Syafi’i Efendi, ( Narasumber) serta para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Egi menegaskan bahwa perubahan global saat ini tidak bisa dihindari, bahkan hingga ke wilayah pedesaan.

Menurutnya, masyarakat, termasuk para guru di Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, harus mampu membuka cakrawala berpikir dan tidak tertinggal dari perkembangan dunia luar.

“Dunia hari ini bukan sedang tidak baik-baik saja, tetapi sedang berubah. Peradaban kita sedang bergeser, dan kita semua harus mampu beradaptasi,” tegasnya.

Guru Diminta Melek Teknologi dan AI
Bupati Egi secara khusus menyoroti rendahnya pemanfaatan teknologi, terutama Artificial Intelligence (AI), di kalangan tenaga pendidik.

Ia mengungkapkan bahwa dari peserta yang hadir, hanya sebagian kecil yang sudah mengenal atau menggunakan teknologi tersebut.

Padahal, lanjutnya, di negara-negara maju, AI telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan berperan besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“Guru harus mampu menggunakan teknologi untuk mencari inspirasi, memperkaya wawasan, dan menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa teknologi memiliki dua sisi. Jika dimanfaatkan dengan bijak, akan memberikan dampak positif, namun sebaliknya bisa menjadi ancaman jika disalahgunakan.

Peran Strategis Guru untuk Masa Depan Daerah. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Egi juga menegaskan bahwa kemajuan Lampung Selatan sangat bergantung pada peran guru sebagai ujung tombak pembangunan sumber daya manusia.

Menurutnya, negara maju tidak hanya bergantung pada kekayaan alam, tetapi pada kualitas manusianya. Oleh karena itu, guru disebut sebagai investasi terbesar dalam membangun masa depan bangsa.

“Kemajuan daerah ini ada di tangan Bapak Ibu semua. Guru adalah kunci lahirnya generasi hebat,” katanya.

Meski demikian, Bupati Egi tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi, termasuk kondisi infrastruktur sekolah yang belum sepenuhnya memadai.

Ia mengakui masih adanya sekolah dengan fasilitas yang kurang layak, namun hal tersebut tidak boleh menjadi penghalang untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran.

Di akhir sambutannya, Bupati Egi mengajak seluruh tenaga pendidik untuk tidak hanya menjalankan rutinitas, tetapi juga memiliki visi besar dalam membangun generasi masa depan.

Ia menekankan pentingnya peran guru dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

“Apakah kita hanya sekadar mengajar, atau ingin ikut membangun generasi emas Indonesia? Itu pilihan kita hari ini,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh antusiasme dan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas serta kesiapan guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital

BR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *