Kegiatan Proses Belajar Mengajar (KBM) Mata Pelajaran Fikih Berbasis Kitab Sebagai Sumber Utama Pembelajaran

Tnipolrinews com |
Rabu 15 April 2026, Siswa-siswi kelas IV MDTA MALNU sebagai peserta kegiatan, didampingi oleh tenaga pengajar/guru Fikih.
Rabu, 15 April 2026.
Kampung Ciririgi, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap ilmu Fikih sebagai dasar dalam menjalankan ibadah sehari-hari, sekaligus membentuk karakter religius, disiplin, dan berakhlakul karimah sejak usia dini.
Kegiatan KBM dilaksanakan melalui metode pembelajaran kitab Fikih secara langsung, meliputi pembacaan teks, penjelasan materi oleh guru, serta pemahaman makna yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa. Proses belajar berlangsung interaktif, dengan siswa aktif menyimak, membaca, dan bertanya. Suasana kelas berjalan tertib, kondusif, dan penuh antusiasme.
Rabu, 15 April 2026, kegiatan proses belajar mengajar (KBM) mata pelajaran Fikih berlangsung di MDTA MALNU yang berlokasi di Kampung Ciririgi, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas IV dengan penuh semangat dan kesungguhan dalam menimba ilmu agama.
Pembelajaran Fikih dilaksanakan dengan menggunakan kitab sebagai rujukan utama, di mana guru memberikan penjelasan secara rinci mengenai materi yang dipelajari. Para siswa tidak hanya membaca, tetapi juga diajak untuk memahami isi dan makna dari setiap pembahasan, sehingga ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Selama kegiatan berlangsung, suasana belajar tampak tertib dan kondusif. Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif mengikuti arahan guru serta berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Hal ini menjadi bukti bahwa pendidikan keagamaan di tingkat dasar memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Melalui kegiatan KBM Fikih ini, diharapkan siswa-siswi MDTA MALNU mampu memiliki pemahaman yang baik tentang hukum-hukum Islam, serta dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai keimanan dan ketakwaan.
Jurnalis: Mukri
