Politisi Golkar Lampung Ismet Hadi Jayanegara Wafat, Jenazah Akan Dimakamkan di Talang Padang

TNIPOLRINEWS.COM –
Bandarlampung – Innalilahi wa innailaihi rojiun. Kabar duka menyelimuti dunia politik Provinsi Lampung setelah politisi senior sekaligus kader Partai Golkar, Ismet Hadi Jayanegara, meninggal dunia pada hari Senin, 20 April 2026, pukul 04.17 WIB. Almarhum menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Bumi Waras, Bandar Lampung, setelah sebelumnya berjuang melawan sakit yang dideritanya.
Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Ismet Hadi Jayanegara sempat mendapatkan perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU) RS Bumi Waras. Berdasarkan keterangan medis yang diperoleh, almarhum mulai dirawat di rumah sakit tersebut sejak tanggal 18 April 2026 dalam kondisi kesehatan yang serius.
Dari hasil pemeriksaan tim medis, almarhum didiagnosis mengalami sejumlah gangguan kesehatan yang cukup kompleks, di antaranya syok sepsis yang diduga bersumber dari masalah pada organ perut, disertai gagal napas tipe 1, asidosis metabolik, serta ileus paralitik yang diduga akibat adanya perforasi atau kebocoran pada saluran cerna. Selain itu, kondisi almarhum juga diperparah dengan terjadinya gangguan fungsi ginjal yang membutuhkan penanganan medis secara terus-menerus. Selama menjalani perawatan, kondisi almarhum sempat memerlukan bantuan alat bantu nafas berupa ventilator serta penanganan intensif melalui berbagai terapi medis untuk memulihkan kondisinya, namun nyawa almarhum tidak dapat tertolong.
Jenazah Ismet Hadi Jayanegara saat ini disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 173, Kelurahan Tanjung Gading, Bandar Lampung. Sejak kabar wafatnya tersebar, sejumlah kerabat dekat, sahabat, kolega, hingga kader dan pengurus Partai Golkar dari berbagai daerah mulai berdatangan ke rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus meluapkan rasa belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
Sepanjang perjalanan hidupnya, Ismet Hadi Jayanegara dikenal sebagai sosok yang memiliki dedikasi tinggi dan aktif berkiprah di kancah politik Provinsi Lampung. Sebagai kader setia Partai Golkar, namanya cukup dikenal di kalangan masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Tanggamus dan sekitarnya. Ia pernah mencalonkan diri sebagai bakal calon Bupati Tanggamus pada pemilihan kepala daerah tahun 2018, di mana perjuangannya mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat dan partai politik.
Selain itu, almarhum juga tercatat pernah menjabat sebagai pengurus di lingkungan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Lampung untuk periode 2020–2025, di mana ia berperan aktif dalam memajukan organisasi dan memperkuat basis kader di tingkat provinsi. Kiprahnya di dunia politik juga terlihat melalui partisipasinya dalam sejumlah kontestasi pemilihan legislatif, di mana ia pernah maju sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung, membawa aspirasi masyarakat yang diperjuangkannya dengan sepenuh hati.
Kepergian Ismet Hadi Jayanegara meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga tercinta, sahabat, serta seluruh rekan-rekan seperjuangannya di dunia politik. Banyak pihak yang mengenalnya mengaku kehilangan sosok pemimpin yang bijaksana, pekerja keras, dan selalu mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.
“Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah dan kebaikan yang telah dilakukan almarhum selama hidupnya, mengampuni segala kesalahan dan khilaf yang pernah diperbuat, serta menempatkannya di tempat yang paling mulia di sisi-Nya. Dan kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini,” demikian doa dan harapan yang disampaikan dalam pesan belasungkawa yang beredar di kalangan rekan-rekan politik dan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga tengah mempersiapkan segala keperluan untuk proses pemakaman almarhum. Rencananya, jenazah Ismet Hadi Jayanegara akan dimakamkan di daerah asalnya, yaitu Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, setelah prosesi upacara pemakaman di rumah duka selesai dilaksanakan.
(N Heriyadi)
