April 20, 2026

HUJAN DERAS DISERTAI PETIR GUYUR SOBANG, WARGA WAS-WAS BANJIR SUSULAN

0

 

Tnipolrinews com |

Pandeglang, Senin (20 April 2026) — Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai petir mengguyur wilayah Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin sore hingga malam hari. Kondisi tersebut memicu keresahan di tengah masyarakat yang khawatir akan terjadinya banjir susulan, mengingat wilayah tersebut sebelumnya kerap dilanda genangan saat curah hujan tinggi.

Hujan deras disertai petir melanda wilayah Kecamatan Sobang dengan durasi cukup lama, menyebabkan debit air meningkat di sejumlah titik serta menimbulkan genangan di beberapa wilayah rawan.

Seluruh masyarakat Kecamatan Sobang terdampak, terutama warga yang tinggal di daerah rendah, bantaran sungai, dan wilayah yang memiliki sistem drainase kurang optimal.

Peristiwa ini terjadi pada Senin, 20 April 2026, sejak sore hari hingga malam, dengan intensitas hujan yang cukup tinggi dan berlangsung terus-menerus.

Berlokasi di Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, yang dikenal sebagai salah satu wilayah dengan potensi rawan banjir saat musim hujan.

Hujan deras dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem serta peningkatan aktivitas awan hujan di wilayah Pandeglang dan sekitarnya. Selain itu, faktor lain seperti kapasitas drainase yang terbatas serta kondisi lingkungan turut memperbesar potensi terjadinya genangan dan banjir.

Akibat hujan deras yang turun tanpa henti, masyarakat diliputi rasa khawatir dan siaga. Sebagian warga mulai melakukan langkah antisipasi dengan mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi, serta terus memantau kondisi air di sekitar lingkungan mereka.

Trauma akibat kejadian banjir sebelumnya masih membekas di benak warga, sehingga setiap hujan deras turun, kekhawatiran akan bencana serupa kembali mencuat. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait banjir besar, namun potensi banjir susulan tetap menjadi ancaman serius jika hujan terus berlanjut.

Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan langkah antisipatif, seperti pemantauan intensif di titik rawan banjir, normalisasi saluran air, serta memberikan peringatan dini kepada masyarakat.

Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada, menjaga keselamatan keluarga, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi peningkatan debit air yang berpotensi menimbulkan bencana.

Jurnalis:mukri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *