LEMHANNAS Goes To Campus di Universitas KH. Abdul Chalim Meneguhkan Peran Agama Islam untuk Membangun Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

TNIPOLRINEWS.com |
Mojokerto — Semangat membangun bangsa melalui kekuatan moral dan nilai keagamaan kembali digaungkan dalam kegiatan “LEMHANNAS Goes To Campus” yang digelar di lingkungan Universitas KH. Abdul Chalim dan Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (12/5/2026).
Mengusung tema “Meneguhkan Peran Agama dalam Memperkuat Nilai-Nilai Kebangsaan untuk Mewujudkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antara dunia pendidikan, pesantren, dan wawasan kebangsaan.
Acara tersebut menghadirkan tokoh-tokoh penting nasional dan pendidikan pesantren, di antaranya Pembina Universitas KH. Abdul Chalim, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A, Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si, serta Rektor Universitas KH. Abdul Chalim Dr. H. Mauhibur Rokhman, Lc., MIRKH.
Kegiatan yang berlangsung di Student Center PP Amanatul Ummah Mojokerto itu dipenuhi antusiasme mahasiswa, santri, akademisi, serta tokoh masyarakat yang ingin mendengarkan langsung pandangan kebangsaan dan peran strategis agama Islam dalam menjaga persatuan bangsa.
Dalam forum tersebut, Pondok Pesantren Amanatul Ummah kembali menunjukkan eksistensinya sebagai pusat pendidikan yang tidak hanya mencetak generasi religius, tetapi juga melahirkan kader bangsa yang memiliki wawasan nasional, intelektualitas, dan akhlak yang kuat.
KH. Asep Saifuddin Chalim selama ini dikenal sebagai tokoh pendidikan yang konsisten menanamkan nilai Islam moderat, cinta tanah air, serta pentingnya persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pesan yang terus digaungkan adalah bahwa agama tidak boleh dipisahkan dari pembangunan karakter bangsa.
Sementara itu, kehadiran Lemhannas RI dalam kegiatan tersebut menjadi simbol kuat bahwa pesantren memiliki posisi strategis dalam menjaga ketahanan nasional. Di tengah tantangan era digital, degradasi moral, hingga ancaman perpecahan sosial, pesantren dinilai menjadi benteng utama dalam menjaga nilai kebangsaan dan moral generasi muda.
Acara ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara lembaga negara dan institusi pendidikan Islam mampu melahirkan ruang dialog yang sehat, intelektual, dan penuh semangat persatuan demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Universitas KH. Abdul Chalim dan Pondok Pesantren Amanatul Ummah kembali menegaskan diri sebagai pusat peradaban pendidikan Islam modern yang berorientasi pada kemajuan ilmu pengetahuan, akhlak, dan nasionalisme.
(Taufik)
