Juni 6, 2026

FDK KPI UINSA: Ngobrol Jurnalistik Cetak dan Tantangannya Hari ini

0

 

Surabaya, TNIPolrinews.com |

Diskusi tentang jurnalistik secara teoritis masih terus dilakukan akademisi kampus. Pagi hari ini, hari jumat (05/06/2026) ngobrol jurnalistik cetak berikut tantangannya menjadi perbincangan mahasiswa/i Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI).

Dipandu oleh sosok yang berkompeten di bidangnya tersebut yaitu Tias Satrio Adhitama, S.Sos.I, M.A. Pria yang tinggal di Sidoarjo ini sangat mengapresiasi spirit belajar calon-calon jurnalis prodi KPI Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

“Luar biasa semangat dan antusiasme mahasiswa/i FDK KPI UINSA Surabaya. Mereka kelak yang akan mengisi pembangunan masa depan bangsa ini. Berbekal disiplin jurnalistik tentunya menjadi kekuatan penting dalam situasi kompetisi di luar tembok kampus,” ujar pria yang akrab disapa Adhi ini.

Pada kesempatan tersebut, Adhi menyampaikan bahwa dinamika jurnalisme cetak dan tantangannya sebagai kenyataan sejarah. Untuk terus survive tentunya harus adaptif dan terus berinovasi.

Forum nampak hidup ketika beberapa pertanyaan disampaikan perwakilan mahasiswa KPI. Adhi berharap kajian-kajian seperti ini menjadi hidup dan lestari dalam situasi akademis.

“Tumbuh kembang ilmu pengetahuan akan terus hidup dalam dinamika kampus. Diskusi semacam ini akan menginspirasi dan memunculkan gagasan-gagasan terbaik,” ujarnya.

Perwakilan mahasiswa yang bernama Husen semester empat ikut menyampaikan pentingnya inovasi ketika dunia kertas sudah mulai ditinggal pembacanya. Baginya inovasi adalah kunci penting.

“Sebagai jurnalisme tertua, jurnalistik cetak harus kuat inovasinya. Kita masih sama-sama berharap bisa ngopi santai dengan ditemani koran, majalah atau tabloid,” ujarnya sambil tersenyum.

Pernyataan ini kemudian mendapat sambutan tepuk tangan dari 60 anggota forum yang hadir. Pada kesempatan tersebut perwakilan mahasiswa yang lain yakni Sultan Aqeel dan Qurrota A’yun turut menyampaikan buah pikir mereka. Keduanya juga sepakat dengan inovasi tiada henti yang harus dilakukan untuk hidup tumbuhnya jurnalisme cetak.

Sultan juga mengatakan mengenai News Gathering atau metode pengumpulan data-data untuk isian berita.

“Observasi, wawancara dan studi literatur menjadi kunci untuk metode news gathering,” paparnya

Tidak kalah penting dengan apa yang disampaikan oleh Qurrota A’yun. Perempuan muda energik ini menambahkan tentang apa yang disebut nilai berita (News Value). Ia berujar jika nilai berita adalah instrumen seleksi krusial bagi redaksi untuk menentukan kelayakan sebuah peristiwa menjadi berita yang relevan dan menarik.

Diskusi berlangsung selama dua jam di lantai dua Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya. Acara berlangsung santai, namun sangat berbobot. Forum didominasi mahasiswa/i KPI semester empat. Doa dan foto bersama menjadi penutupan acara.***

Jurnalis : Rio Adhit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *