Lulusan Berkarakter, SD Taquma Surabaya Tekankan Pendidikan Moral dan jejak kebaikan di Atas Nilai Akademik

TNIPOLRINEWS.COM –
Surabaya – Sekolah Dasar (SD) Taquma Surabaya untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya berprestasi dalam bidang akademik maupun non-akademik, namun juga menjadi seseorang yang memiliki akhlak yang baik.
Memasuki era yang semakin kompetitif, fokus pendidikan sering kali tertuju pada pencapaian akademik dan prestasi siswa saja, hal ini tidak jarang membuat penilaian akan pendidikan moral kerap ditinggalkan.
Hal inilah yang menjadi komitmen dari Sekolah Dasar (SD) Taquma Surabaya untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya berprestasi dalam bidang akademik maupun non-akademik, namun juga menjadi seseorang yang memiliki akhlak yang baik.
SD Taquma Surabaya sendiri baru saja menggelar Upacara pelepasan untuk 52 siswa kelas VI tahun pelajaran 2025/2026 yang telah purnawiyata pada Minggu (7/6).
Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Abdul Choir, M. M, Pengawas SD/MI Kecamatan Wonocolo, Syaiful Bahri, S. P, Ketua Komnas Anak Kota Surabaya, Drs. Imam Syafi’i, SH, MH, anggota komisi D DPRD Kota Surabaya, Dra. Rahmalia Muaddah, Muslimat NU,, Hj. Faridatul Hanum, Fatayat NU, Prof. H. Syamsul Ghufron, Ketua Program Studi S2 Pendidikan Dasar UNUSA dan Dr. LIA ISTIFHAMA, S.H.I., S.Sos., S.Sos.I., M.E.I., Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur, serta ada sesi yang menarik perhatian, yakni pemberian apresiasi kepada anak didik berprestasi dan Laouching 3 Buku karya Siswa wisudawan serta guru SD Taquma Surabaya.
Saat ditemui, Nur Rohmatul Izzah, ST.Spd selaku Kepala Sekolah (Kepsek) SD Taquma Surabaya mengungkapkan, kriteria penilaian untuk siswa berprestasi di sekolahnya lebih memprioritaskan nilai kesantunan dibanding nilai akademik dan penulis cilik terbaik.
“Visi sekolah kami adalah santun, cerdas, kreatif dan berprestasi, yang mana santun disini adalah akhlak dari anak, selain itu, dalam rangka hari buku dan perpustakaan tahun 2026, kami meluncurkan 3 buku karya anak dan guru SD Taquma, hal ini sebagai wujud meninggalkan jejak digital melalui literasi” jelas Izzah, MInggu (7/6).

Kriteria penilaian untuk siswa berprestasi di SD Taquma Surabaya diambil dari 3 komponen, yakni 50 persen diambil dari kesantunan sebagai komponen utama, 40 persen dari nilai akademik, dan 10 persen diambil dari torehan prestasi, untuk penulis terbaik dinilai dari karya asli, gaya Bahasa, penggunaan Bahasa Indonesia dan ada penilaian lainnya.
Izzah mengungkap bahwa tujuan sistem penilaian ini ialah untuk membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki sikap dan perilaku yang baik, serta meningkatkan cinta litersasi dan mendukung program literasi di sekolah juga di kota surabaya
Perilaku tersebut mencakup sikap hormat terhadap sesama, kemampuan berkomunikasi dengan sopan, serta etika dalam berperilaku sehari-hari.
“Sekolah unggulan bukan hanya dinilai dari fasilitas tapi juga kualitas dan karakternya, sepintar apapun anak-anak, jika tidak punya akhlak maka itu tidak baik,” tegasnya.
Dalam kata sambutan Wawali Kota Surabaya atau biasa dipanggil Cak Dji mengungkapkan, Buku bertajuk Kidung Kecil Kita ini menjadi bukti bahwa SD Taqwimmul Ummah Surabaya telah berhasil mengembangkan budaya literasi di lingkungan sekolah.
Karya-karya di dalamnya juga menjadi bukti bahwa siswasiswi tidak hanya berkembang di bidang akademis, tetapi juga berkembang dalam kreatifitas dan kemampuan mengekspresikan diri. Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswasiswi SD Taqwimmul Ummah Surabaya yang telah berani berkarya sebagai penulis cilik.
Saya juga mengapresiasi para guru dan tenaga pendidik yang telah membimbing dan mendidik siswa-siswi dalam menemukan minat dan bakatnya. Saya berharap buku ini bisa menjadi inspirasi bagi siswa-siswi dan sekolah-sekolah lain untuk terus belajar dan berkarya, serta menumbuhkan karakter generasi muda yang cerdas dan kreatif.
Usai memenuhi tanggung jawabnya untuk memberikan bekal kepada siswanya yang telah purnawiyata, Izzah berharap siswa-siswi SD Taquma yang telah lulus, bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya dengan baik dan ilmu yang didapat bisa bermanfaat.

Pada sesi pesan dan kesan wali murid, menyampaikan apresiasinya kepada sekolah. Hari kelulusan ini menjadi momen penuh syukur dan kebahagiaan bagi saya.
Sepanjang 6 tahun ini kami melihat bagaimana anak kami tumbuh dan terus berproses dari langkah kecil penuh rasa ingin tahu menjadi pribadi yang lebih mandiri serta percaya diri, tuturnya.
Kami atasnama walimurid lulusan tahun ajaran 2025/2026, berharap Allah membalas segala kebaikan para guru dan karyawan sekolah. Ia juga berpesan kepada para lulusan agar terus menjaga ibadah, tetap rendah hati, serta tidak berhenti bermimpi dan belajar.
Pesan kami untuk anak-anak tercinta jangan pernah berhenti bermimpi, tetap rendah hati, dan jadilah generasi yang membawa manfaat bagi sesama. Serta terus menjaga ibadah yang telah ditanamkan selama sekolah di Muhida dan terus menjaga nama baik SD Taquma, ujarnya.
Disisi lain ketua Komnas Anak Surabaya, mengungkapkan kegiatan pelepasan siswa kelas VI SD Taquma tahun ini menjadi momen perpisahan sekaligus penanda langkah baru bagi para lulusan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Mereka adalah generasi tangguh oleh waktu, masuk di saat Covid 19 metode transisi pandemic dengan menjalani metode daring, peluncuran kurikulum merdeka Fokusnya beralih dari hafalan materi ke pemahaman konsep, pengembangan karakter (Profil Pelajar Pancasila) hingga Penyempurnaan & Deep Learning, berpusat pada Kurikulum Merdeka yang diperkaya dengan pendekatan deep learning (pembelajaran mendalam).
Proses belajar mengajar ditekankan pada analisis, berpikir kritis, serta pengenalan dasar coding dan kecerdasan buatan (AI)
Selamat dan sukses untuk seluruh siswa kelas VI SD Taquma Surabaya. Teruslah melangkah, menggapai cita-cita, dan menjadi generasi berkemajuan yang membanggakan.” Pungkasnya.
(Triwono)
