Perpustakaan Jadi Kelas, Ruang Kepala Sekolah Menyatu dengan Ruang Guru – Semangat Pak Andi dan Rekan Guru Tak Pernah Surut Mendidik Generasi Bangsa

TNIPOLRINEWS.COM
Jombang – Di tengah keterbatasan sarana dan prasarana yang masih dihadapi SDN Kertorejo 1, semangat pengabdian Kepala Sekolah Andi Tri Priyo Widianto bersama para guru tetap menyala demi memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak di Desa Kertorejo dan sekitarnya.

Tahun Ajaran 2026 menjadi angin segar bagi SDN Kertorejo 1. Hingga saat ini, sebanyak 17 calon siswa baru telah mendaftarkan diri, melampaui jumlah penerimaan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 14 siswa. Mayoritas peserta didik baru berasal dari TK Pertiwi serta beberapa dusun di sekitar wilayah Kecamatan Ngoro.
Namun di balik meningkatnya kepercayaan masyarakat tersebut, terdapat kenyataan yang masih menjadi pekerjaan rumah dunia pendidikan. Keterbatasan ruang belajar membuat perpustakaan harus dialihfungsikan menjadi ruang kelas, sementara ruang kepala sekolah digabung dengan ruang guru agar proses belajar mengajar tetap berjalan.

Kondisi tersebut tidak membuat Pak Andi dan rekan-rekan guru menyerah. Mereka tetap menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, membuktikan bahwa semangat mendidik tidak selalu bergantung pada kemegahan bangunan.
“Anak-anak tetap harus mendapatkan pendidikan terbaik. Keterbatasan fasilitas tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi kualitas pelayanan pendidikan,” ujar Andi Tri Priyo Widianto.

Ironisnya, di saat peningkatan mutu pendidikan terus menjadi slogan berbagai program, masih ada sekolah yang harus berjuang memaksimalkan ruang yang ada demi keberlangsungan kegiatan belajar mengajar. Di SDN Kertorejo 1, para guru memilih untuk fokus mengajar dan membangun masa depan anak bangsa, meski fasilitas yang dimiliki belum sepenuhnya memadai.
Meningkatnya jumlah peserta didik baru menjadi bukti bahwa masyarakat masih menaruh kepercayaan besar kepada SDN Kertorejo 1. Kepercayaan itu tentu perlu diimbangi dengan dukungan nyata berupa peningkatan sarana dan prasarana pendidikan yang layak.
“Guru Tak Pernah Mengeluh Mengajar di Ruang Terbatas. Pertanyaannya, Kapan Fasilitas yang Layak Hadir untuk Mendukung Perjuangan Mereka?”
Harapan besar kini tertuju kepada para pemangku kebijakan agar kebutuhan fasilitas pendidikan di SDN Kertorejo 1 mendapat perhatian yang lebih serius. Sebab membangun pendidikan bukan hanya soal angka dan laporan, tetapi juga memastikan setiap anak mendapatkan ruang belajar yang layak untuk meraih masa depan yang lebih baik.
( Sev – Red )
