Juli 17, 2026

Refleksi 19 Tahun, Pesan Mualim Taher: Bangun Pesawaran Bermartabat, Maju Tanpa Korupsi

0

TNIPOLRINEWS.COM –

Pesawaran – Perjalanan 19 tahun Kabupaten Pesawaran bukan sekadar catatan usia sebuah daerah otonom, melainkan jejak panjang perjuangan, pengorbanan, dan cita-cita besar para pendiri yang menginginkan pemerintahan lebih dekat dengan rakyat serta pembangunan yang merata. Semangat itulah yang kembali dihidupkan dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-19 Kabupaten Pesawaran di Lapangan Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Jumat (17/7/2026).

Di antara para tamu undangan yang hadir, tampak tokoh pejuang pemekaran Kabupaten Pesawaran, Mualim Taher. Kehadirannya menjadi simbol penghormatan atas jasa para pelopor yang telah meletakkan fondasi lahirnya Kabupaten Pesawaran, sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah hari ini merupakan buah dari perjuangan panjang yang penuh pengorbanan.

Upacara berlangsung khidmat dengan Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M. bertindak sebagai inspektur upacara. Mengusung tema “Berkolaborasi Mewujudkan Masyarakat Cerdas, Aman, Kreatif, Efektif, dan Produktif (CAKEP)”, peringatan HUT tahun ini menegaskan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

Hadir pula jajaran Panitia Persiapan Pembentukan Kabupaten Pesawaran (P3KP), Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali, S.H., pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, Danlanal Lampung, Danbrigif 4 Marinir/BS Piabung, Kapolres Pesawaran, Kajari Pesawaran, Sekretaris Daerah, para kepala perangkat daerah, organisasi perempuan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta insan pers.

Dalam amanatnya, Bupati Nanda Indira mengajak seluruh masyarakat menjadikan Hari Jadi Kabupaten Pesawaran bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi dan kebangkitan bersama. Menurutnya, semangat hari jadi harus menjadi energi untuk memperkuat persatuan, mempererat kolaborasi, dan mempercepat pembangunan yang berkeadilan.

Bupati juga menegaskan bahwa perjalanan Kabupaten Pesawaran selama 19 tahun merupakan buah perjuangan para tokoh pemekaran yang tergabung dalam P3KP, para pemimpin terdahulu, serta seluruh masyarakat yang memiliki visi menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik dan pemerataan pembangunan hingga ke seluruh wilayah.

Sementara itu, kehadiran Mualim Taher dalam upacara tersebut merupakan undangan langsung dari Bupati Pesawaran sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang pemekaran yang telah memberikan dedikasi besar dalam proses lahirnya Kabupaten Pesawaran.

Usai mengikuti rangkaian upacara, Mualim Taher menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapannya agar Kabupaten Pesawaran terus berkembang menjadi daerah yang maju, sejahtera, dan bermartabat.

“Dirgahayu Kabupaten Pesawaran yang ke-19. Semoga Kabupaten Pesawaran semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, pembangunannya semakin merata, serta semangat kebersamaan dan kolaborasi yang telah diwariskan para pejuang pemekaran terus menjadi kekuatan dalam mewujudkan Pesawaran yang lebih baik, maju, dan bermartabat,” ujar Mualim Taher.

Pada kesempatan yang sama, Mualim Taher juga menekankan pentingnya membangun pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Menurutnya, proses hukum terhadap sejumlah pejabat Kabupaten Pesawaran yang tengah menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungkarang harus menjadi pelajaran berharga sekaligus peringatan bagi seluruh penyelenggara pemerintahan.

“Saya berharap ke depan tidak ada lagi pejabat di Kabupaten Pesawaran yang terjerat kasus korupsi. Proses hukum yang sedang berjalan harus menjadi efek jera sekaligus pengingat bahwa setiap amanah jabatan wajib dijalankan dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, dan integritas demi kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Peringatan HUT Ke-19 Kabupaten Pesawaran pada akhirnya menjadi ruang refleksi untuk mengenang jasa para pendiri daerah sekaligus memperkokoh tekad seluruh elemen masyarakat dalam melanjutkan pembangunan. Sebab, kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari lahirnya tata kelola pemerintahan yang bersih, berwibawa, bebas dari korupsi, serta mampu menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *