PENGUMUMAN TEGAR: DEMI KESEHATAN, TETAP BERJUANG DEMI GENERASI EMAS

JAKARTA, Tnipolrinews.com |
22 JULI 2026 Dengan hati yang berat namun penuh kesadaran, saya menyampaikan pamit kepada Bapak Presiden untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri mulai hari ini, Rabu (22/7).
Ini bukan karena kurang percaya pada dokter‑dokter hebat di Indonesia, melainkan semata untuk mengambil langkah pendapat kedua, atas rekomendasi sahabat yang saya percaya. Dengan penuh permohonan maaf, saya pun menyampaikan keinginan mundur dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) demi memprioritaskan pemulihan kesehatan,” ucapnya.
Bapak Presiden dengan penuh perhatian menyetujui permohonan ini, namun sekaligus meminta saya tidak lepas tangan sepenuhnya. Beliau berencana membentuk Dewan Pengawas, dan meminta saya memimpinnya. Kalau sekadar mencereweti dan mengawasi, insya‑Allah saya masih mampu—terutama jika tak lagi bersentuhan langsung dengan urusan uang. Jujur, saya mengalami trauma mendalam soal hal itu.
Saya tetap berdiri tegak mendukung perjuangan Bapak Presiden yang bekerja luar biasa keras demi memperbaiki nasib rakyat. Selama 14 tahun berjalan bersama beliau, saya tahu persis: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sama sekali bukan alat politik, melainkan niat tulus untuk intervensi gizi anak bangsa, agar mereka tumbuh menjadi Generasi Emas yang sehat dan cerdas, ” bebernya.
Jika ini soal kekuasaan atau pencitraan, tak logis sasaran utamanya adalah balita hingga pelajar SD. Tahun 2029 nanti mereka belum genap berhak memilih. Maka saya mohon pemahaman bersama: tuduhan bahwa program ini disiapkan untuk Pemilu 2029 sungguh keliru besar. MBG adalah janji pada masa depan, bukan taktik sesaat.
Manfaatnya pun meluas jauh melebihi sekadar gizi anak. Saat libur sekolah tiga minggu lalu, petani, peternak, dan pedagang pasar merasakan langsung dampaknya: hasil panen tersendat, harga jatuh, bahkan ada yang terpaksa membuang dagangan. Itu bukti nyata MBG adalah penggerak ekonomi akar rumput yang menyalurkan rezeki langsung ke rakyat kecil.
Meski menjabat belum lama, saya telah meletakkan pondasi perbaikan: mengganti lima pejabat eselon satu dari lintas kementerian dan lembaga (Kemenkes, Kemendikdasmen, Kemenkeu, BPKP, hingga Kejaksaan), serta membentuk 11 tim reformasi total. Mulai dari memastikan 62 juta lebih penerima manfaat benar sasaran—ke depan akan lebih difokuskan pada 3B: Balita, Busui, Bumil, beserta pelajar SD‑SMP dan seluruh jenjang di wilayah 3T—sampai mengevaluasi 27.877 SPPG yang beroperasi, serta memastikan pelayanan menjangkau daerah terluar dan tertinggal.
Insya‑Allah pengganti saya adalah sosok yang saya anggap seperti adik sendiri; jika kelak ada hal yang melenceng, tangan saya masih berhak “menjewer” agar tetap pada jalur yang benar, ” harapnya.
Kini saya harus memprioritaskan kesembuhan. Kakak Kim dan Ade Ara tak lagi memberi kompromi—mereka kini menjadi pengawas ketat yang memantau pola makan, istirahat, dan aktivitas saya setiap saat. Mereka tak memberi ruang untuk saya mengabaikan kesehatan lagi… ha ha.
Mari kita luruskan niat, satukan langkah. Dukunglah Program MBG sepenuh hati. Bismillah, ini akan membawa berkah bagi anak‑anak kita, sekaligus menopang perekonomian di desa‑desa dan pelosok negeri.
Saya pamit sejenak untuk berobat, namun semangat berbakti tak pernah putus, ” pungkasnya.
( SR 01 )
