Juli 23, 2026

Forum Segekhi Suku Serukan Generasi Muda Jaga Adat dan Kelestarian Gunung Rajabasa

0

LAMPUNG SELATAN, Tnipolrinews.com

momentum peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 dimanfaatkan Forum Segekhi Suku untuk mengajak generasi muda memperkuat persatuan, melestarikan adat istiadat, serta meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, khususnya kawasan Gunung Rajabasa di Kabupaten Lampung Selatan.

Komitmen tersebut disampaikan dalam forum yang digelar di Kedaton, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (23/7/2026). Pertemuan dihadiri Ketua Forum Segekhi Suku Betarahmi Adok Pangeran Pukuk Sabuay Nimbau, Penasihat Hukum Forum Segekhi Suku Sopadli Sy., S.E., S.H., M.E.Sy., M.H., Koordinator Lapangan (Korlap) Rizal Anwar Adok Khadin Setia, Wakil Koordinator Lapangan (Wakorlap) Muslihun Amien Panglima Hulubalang Marga Legun Way Urang, Sekretaris Haris, Husni Amri tokoh Masyarakat minang serta perwakilan tokoh adat Segekhi Suku.

Ketua Forum Segekhi Suku Betarahmi Adok Pangeran Pukuk Sabuay Nimbau, didampingi Sekretaris Haris, mengatakan Hari Anak Nasional menjadi momentum penting untuk mempersiapkan generasi penerus yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga memiliki karakter kuat, mencintai adat budaya, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Menurutnya, generasi muda harus mampu menyikapi berbagai persoalan secara bijaksana serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang berpotensi memecah persatuan masyarakat adat, khususnya di Kabupaten Lampung Selatan.

“Generasi muda harus memahami tata nilai adat yang telah diwariskan para leluhur. Adat dan budaya Lampung merupakan identitas yang harus dijaga, dihormati, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Anak Nasional kepada seluruh anak dan pelajar. Menurutnya, semangat belajar, akhlak yang baik, penghormatan terhadap budaya dan adat istiadat, serta pengembangan potensi diri merupakan bekal penting untuk melahirkan generasi penerus yang mampu membawa kemajuan bagi daerah.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Forum Segekhi Suku, Rizal Anwar Adok Khadin Setia, menegaskan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab moral menjaga kelestarian alam sebagai warisan bagi generasi mendatang.

“Pemuda harus berani berada di garda terdepan dalam mempertahankan alam dan warisan leluhur. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah persatuan maupun mengorbankan kepentingan masyarakat adat. Mari berpikir jernih, menjaga persaudaraan, dan mengedepankan musyawarah dalam setiap langkah,” tegasnya.

Senada dengan itu, Wakil Koordinator Lapangan Forum Segekhi Suku, Muslihun Amien Panglima Hulubalang Marga Legun Way Urang, mengajak seluruh elemen masyarakat adat memperkuat persatuan dan semangat gotong royong dalam menjaga kawasan Gunung Rajabasa.

Ia menegaskan bahwa Gunung Rajabasa harus tetap lestari sebagai warisan leluhur dan tidak boleh dirusak oleh aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan.

Forum Segekhi Suku juga menyatakan sikap menolak segala bentuk kegiatan yang dinilai dapat mengancam kelestarian kawasan tersebut serta mendesak pencabutan izin perusahaan yang dinilai berpotensi merusak lingkungan Gunung Rajabasa.

“Seluruh elemen masyarakat adat harus bersatu, bergotong royong, dan tetap berpegang teguh pada etika serta nilai-nilai budaya Lampung. Dengan kebersamaan, kita dapat menjaga marwah adat, memperkuat persaudaraan, dan melestarikan warisan leluhur untuk generasi yang akan datang,” katanya.

Di sisi lain, Penasihat Hukum Forum Segekhi Suku, Sopadli Sy., S.E., S.H., M.E.Sy., M.H., menyampaikan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar pertemuan akbar yang melibatkan tokoh adat Segekhi Suku, advokat yang tergabung dalam Barisan Pejuang GMPGR Segekhi Suku, pemuda adat, aktivis, organisasi kemasyarakatan (Ormas), serta lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Menurutnya, pertemuan tersebut bertujuan memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan masyarakat adat sekaligus melestarikan Gunung Rajabasa yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan ekologis bagi masyarakat Lampung Selatan.

Forum Segekhi Suku juga menegaskan bahwa setiap kebijakan pembangunan di wilayah adat harus memperhatikan kelestarian lingkungan, menghormati aspirasi masyarakat adat, serta mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap ekosistem.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan DPRD Lampung Selatan dapat memahami aspirasi masyarakat adat dalam menjaga kelestarian Gunung Rajabasa. Kawasan ini bukan sekadar memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merupakan warisan leluhur yang wajib dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Sopadli.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026, Forum Segekhi Suku berharap lahir generasi muda yang unggul, berkarakter, mencintai adat budaya, menjaga persatuan, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan leluhur dan masa depan Kabupaten Lampung Selatan

BR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *