Agustus 20, 2026

Publikasi PT Indie Syafa Transforma terhadap Isu Lama: Klarifikasi Kronologi, Tata Kelola, dan Dampak terhadap Perusahaan

0
Oplus_131072

Oplus_131072

Rabu, 19 Agustus 2026
Jawa TimurTnipolrinews.com // PT Indie Syafa Transforma memberikan klarifikasi terkait kembali munculnya sejumlah isu lama yang dinilai telah mengganggu aktivitas perusahaan serta menimbulkan kerugian, baik secara materiil maupun terhadap tata kelola manajemen perusahaan.

Pihak direksi menjelaskan bahwa persoalan tersebut berawal pada masa pandemi COVID-19 sekitar tahun 2020. Pada saat itu, direksi PT Indie Syafa Transforma didampingi oleh salah satu kuasa hukum dalam proses pendirian perusahaan. Dalam proses awal tersebut, terdapat kerja sama dengan salah satu kantor hukum, termasuk pencantuman nama dalam struktur perusahaan tanpa adanya penyertaan modal dari pihak tersebut.

Seiring berjalannya waktu, direksi menyampaikan bahwa dana pribadi yang telah dikeluarkan untuk kepentingan kegiatan perusahaan dan proyek disebut telah mencapai hampir Rp1 miliar. Dana tersebut antara lain berkaitan dengan berbagai kebutuhan dalam proses pengembangan dan pelaksanaan proyek.

Setelah beberapa bulan berjalan, karena adanya perbedaan pandangan mengenai pengelolaan dan pelaksanaan pekerjaan, direksi kemudian mengambil keputusan untuk memisahkan diri dan menjalankan kegiatan perusahaan secara mandiri.

Dalam kurun waktu kurang lebih empat tahun berikutnya, proyek dapat berjalan dan diselesaikan. Pembangunan berjalan hingga selesai, termasuk proses penyelesaian sertifikat dan berbagai kebutuhan administratif lainnya. Menurut pihak perusahaan, selama periode tersebut kegiatan proyek relatif berjalan dengan aman dan lancar tanpa kendala berarti.

Namun, persoalan kembali mencuat setelah pada momentum Lebaran tahun 2025, direksi PT Indie Syafa Transforma memiliki inisiatif untuk bersilaturahmi ke kantor hukum yang sebelumnya pernah terlibat dalam perjalanan awal perusahaan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk itikad baik dan penghormatan atas hubungan profesional yang pernah terjalin.

Akan tetapi, menurut keterangan pihak direksi, maksud baik tersebut tidak mendapatkan respons sebagaimana yang diharapkan.

Persoalan Pelaksanaan Tugas Legal

Dalam perjalanan kerja sama tersebut, perusahaan menyebut terdapat sejumlah pekerjaan yang secara administratif telah dituangkan dalam kontrak legal maupun daftar pekerjaan. Di antaranya meliputi pengurusan lahan, perizinan, PKS dengan pihak perbankan, pengelolaan sumber daya manusia (SDM), hingga koordinasi dengan subkontraktor.

Pihak perusahaan mempertanyakan pelaksanaan sejumlah tugas tersebut karena dinilai belum berjalan sebagaimana kesepakatan yang sebelumnya telah dituangkan dalam dokumen kerja sama.

Perusahaan juga menyampaikan bahwa terdapat sejumlah tenaga SDM yang masuk dalam kegiatan operasional, sementara proses pembayaran gaji disebut dilakukan melalui pihak legal.

Seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas perusahaan, pihak PT Indie Syafa Transforma kemudian berinisiatif memberikan fasilitas kendaraan operasional berupa Toyota Rush kepada pihak legal. Pemberian fasilitas tersebut dimaksudkan untuk mendukung aktivitas pekerjaan dan mempermudah mobilitas yang berkaitan dengan kepentingan perusahaan.

Namun, pihak perusahaan menyatakan terdapat persoalan terkait penggunaan kendaraan tersebut. Perusahaan menduga kendaraan tersebut tidak digunakan secara optimal untuk menunjang aktivitas perusahaan dan mempertanyakan keberadaan serta status kendaraan tersebut hingga saat ini.

Pihak direksi menegaskan bahwa persoalan kendaraan tersebut masih menjadi bagian dari permasalahan yang perlu diselesaikan secara terbuka dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dampak terhadap Operasional Perusahaan

Menurut pihak PT Indie Syafa Transforma, berbagai persoalan tersebut pada akhirnya memberikan dampak terhadap operasional perusahaan. Sejumlah pekerjaan disebut mengalami keterlambatan, koordinasi manajemen menjadi tidak optimal, serta perusahaan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk melakukan penataan kembali sistem dan manajemen.

Kondisi tersebut dinilai cukup membebani perusahaan karena membutuhkan waktu, tenaga, serta biaya yang tidak sedikit untuk mengembalikan sistem kerja agar kembali berjalan secara efektif.

Di tengah upaya melakukan pembenahan internal, pihak perusahaan juga mengaku masih menghadapi munculnya berbagai isu dan pemberitaan yang dinilai tidak memberikan gambaran secara utuh mengenai persoalan yang sebenarnya terjadi.

PT Indie Syafa Transforma menilai bahwa setiap persoalan seharusnya disampaikan berdasarkan fakta, dokumen, serta keterangan dari seluruh pihak yang terlibat, sehingga tidak menimbulkan persepsi sepihak yang pada akhirnya dapat merugikan pihak tertentu.

Perusahaan Tegaskan Akan Menempuh Langkah Sesuai Ketentuan

Direksi PT Indie Syafa Transforma menegaskan bahwa perusahaan tidak bermaksud menghindari persoalan maupun menutup ruang untuk penyelesaian secara baik. Sebaliknya, perusahaan menginginkan setiap persoalan yang masih menjadi perbedaan dapat diselesaikan secara profesional, terbuka, dan berdasarkan bukti serta dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pihak perusahaan juga menegaskan bahwa apabila terdapat pihak-pihak yang menyampaikan informasi mengenai PT Indie Syafa Transforma, hendaknya terlebih dahulu melakukan konfirmasi kepada pihak perusahaan agar pemberitaan atau informasi yang beredar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Kami menghormati setiap pihak yang pernah terlibat dalam perjalanan perusahaan. Namun, apabila terdapat persoalan, kami berharap semuanya dapat diselesaikan berdasarkan fakta, dokumen, dan mekanisme hukum yang berlaku. Kami tidak ingin persoalan lama terus berkembang menjadi isu baru yang pada akhirnya merugikan perusahaan, manajemen, maupun pihak-pihak lainnya,” demikian sikap pihak direksi.

PT Indie Syafa Transforma berharap seluruh pihak dapat mengedepankan penyelesaian secara profesional dan proporsional. Perusahaan juga menyatakan akan terus melakukan pembenahan terhadap tata kelola internal, memperbaiki sistem manajemen, serta memastikan setiap kerja sama ke depan dituangkan secara jelas agar tidak kembali menimbulkan persoalan serupa.

Pada prinsipnya, PT Indie Syafa Transforma menegaskan bahwa klarifikasi ini disampaikan sebagai bentuk keterbukaan kepada publik sekaligus upaya meluruskan kronologi atas isu lama yang kembali mencuat.

Perusahaan menyerahkan proses penyelesaian setiap persoalan kepada mekanisme yang berlaku dan berharap seluruh pihak dapat menghormati asas praduga tak bersalah, hak jawab, serta penyelesaian berdasarkan fakta dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

PT Indie Syafa Transforma menyatakan tetap fokus menjalankan kegiatan perusahaan, melakukan pembenahan manajemen, serta menjaga profesionalitas dalam menjalankan seluruh kegiatan usaha ke depan.

Rep_Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *