Hadapi Ancaman El Nino, Polres PPU Bersama TNI dan BPBD Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla

TNIPolrinews – PENAJAM PASER UTARA —
Polres Penajam Paser Utara (PPU) bersama TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur terkait memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah ancaman dampak fenomena El Nino Tahun 2026.
Kesiapsiagaan tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan Apel Gabungan Siaga Karhutla yang berlangsung di depan Kantor BPBD Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Sabtu (22/8/2026).
Apel gabungan tersebut dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Nurlaila, Kabag Ops Polres PPU AKP Aan Suharmanto, S.T., Kasat Samapta Polres PPU AKP Wiji Santosa, S.H., personel Samapta Polres PPU, personel TNI, Dokes Polres PPU, serta personel BPBD.
Kapolres Penajam Paser Utara AKBP Andreas Alek Danantara, S.I.K., M.M., M.Tr.SOU melalui Kabag Ops Polres PPU AKP Aan Suharmanto, S.T., menyampaikan bahwa pelaksanaan Apel Gabungan Siaga Karhutla merupakan bentuk nyata kesiapan dan komitmen bersama seluruh unsur dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara.
Menurutnya, kondisi cuaca yang dipengaruhi fenomena El Nino perlu diantisipasi secara serius melalui langkah pencegahan, kesiapan personel, serta penguatan koordinasi lintas sektoral.
“Polres PPU bersama TNI, BPBD dan seluruh unsur terkait terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi Karhutla. Pencegahan harus dilakukan sejak dini dan apabila terjadi kebakaran, seluruh unsur harus mampu bergerak cepat, tepat dan terpadu,” ujar AKP Aan Suharmanto.
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pengecekan kesiapan seluruh personel yang akan dilibatkan dalam penanganan Karhutla. Kesiapan fisik anggota juga menjadi perhatian dengan dilaksanakannya pemeriksaan kesehatan oleh tim Dokes Polres PPU.
Pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh personel berada dalam kondisi prima dan siap melaksanakan tugas, khususnya saat diterjunkan ke lapangan untuk melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Usai pelaksanaan apel, Polres PPU bersama unsur terkait langsung melakukan penebalan personel ke lokasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam.
Penebalan kekuatan tersebut merupakan bagian dari respons cepat untuk membantu proses penanganan di lapangan sekaligus mencegah api meluas ke wilayah lain yang berpotensi terdampak.
AKP Aan Suharmanto menegaskan, keberhasilan penanganan Karhutla membutuhkan sinergitas yang kuat antara Polri, TNI, BPBD, pemerintah daerah, serta dukungan aktif dari seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, Karhutla tidak hanya menimbulkan kerusakan terhadap lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas perekonomian, serta kehidupan sosial masyarakat apabila tidak segera ditangani.
“Keselamatan personel tetap menjadi perhatian utama dalam setiap pelaksanaan tugas. Karena itu, kesiapan kesehatan, personel dan koordinasi antarinstansi harus benar-benar diperhatikan agar pelaksanaan penanganan Karhutla dapat berjalan secara maksimal,” jelasnya.
Lebih lanjut, masyarakat juga diimbau untuk turut berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan tidak melakukan pembukaan lahan menggunakan cara membakar.
Masyarakat diminta segera melaporkan kepada aparat atau instansi terkait apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
“Pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tugas pemerintah, TNI, Polri dan BPBD, tetapi membutuhkan kepedulian serta partisipasi seluruh masyarakat. Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran sejak dini,” tegasnya.
Melalui Apel Gabungan Siaga Karhutla ini, Polres PPU bersama seluruh unsur terkait kembali menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan selama fenomena El Nino 2026.
Sinergitas, kesiapan personel, pemeriksaan kesehatan, penebalan kekuatan di lokasi Karhutla serta respons cepat dihar
