Agustus 26, 2026

RUMAH TINGGI DIRATAKAN DENGAN TANAH, DI MANA NURANI BERPEDOMAN?

0

TNIPOLRINEWS.COM –

Gorontalo – 26 AGUSTUS 2026. “Rumah Tinggi diratakan dengan tanah… benar-benar tidak punya nurani sama sekali orang ini ya…” Ungkapan getir ini meluap dari hati rakyat Gorontalo yang masih terasa perih melihat saksi bisu pernyataan merdeka pertama 23 Januari 1942 kini tinggal puing-puing di permukaan bumi, ” ucap Aip Hippy pemerhati cagar budaya.

Rumah Tinggi bukan sekadar bangunan batu dan kayu. Ia adalah tempat di mana Nani Wartabone dan rakyat Gorontalo pertama kali berseru MERDEKA jauh sebelum proklamasi 17 Agustus 1945. Ia sudah tercatat sah dalam Register Nasional Cagar Budaya. Namun fakta-fakta itu seolah tak cukup menjadi alasan untuk menghormati keberadaannya.

Ketika sesuatu yang bernilai sejarah, bermakna kebanggaan bersama, dan sudah diakui secara hukum diratakan begitu saja tanpa dialog yang layak, tanpa rasa hormat terhadap warisan leluhur, wajar jika rakyat bertanya: di mana nurani itu berpijak? Apakah keuntungan sesaat lebih mulia daripada darah yang menetes di tanah ini? Apakah kilau gedung baru lebih berharga daripada sumpah suci yang diucapkan di sana, ” tegasnya.

Sejarah tidak akan pernah hilang hanya karena temboknya dihancurkan. Ia tetap hidup di hati rakyat, di catatan perjuangan, dan di kesadaran bersama. Namun kehancuran fisik ini tetap menjadi luka yang dalam pengingat bahwa di tengah seruan pembangunan, ada bagian dari identitas kita sendiri yang ikut diratakan ke tanah.

Semoga kebenaran dan keadilan tetap berdiri tegak, meskipun bangunan sudah rubuh. Karena nurani rakyat tidak bisa diratakan hanya dengan menyapu puing-puing sejarah, ” pungkasnya.

( SR 01 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *