Agustus 28, 2026

Menteri Haji dan Umrah Kunjungi Kediri, Sertifikat Tanah Diserahkan untuk Pembangunan Hotel Haji dan Persiapan Embarkasi Dhoho

0

KEDIRI, Tnipolrinews.com

Langkah besar menuju penguatan layanan penyelenggaraan ibadah haji di Kabupaten Kediri kembali ditorehkan. Kunjungan Menteri Haji dan Umrah1 Republik Indonesia, KH H. Muhammad Irfan Yusuf, ke Bandara Dhoho Kediri menjadi momentum penting dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada calon jemaah haji, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam kunjungan tersebut dilaksanakan penyerahan sertifikat tanah dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri kepada Kementerian Haji dan Umrah yang nantinya diproyeksikan untuk pembangunan Hotel Haji. Kegiatan juga dirangkai dengan pengarahan kepada calon jemaah haji tahun 2027 serta sosialisasi mengenai rencana dan persiapan keberangkatan jemaah haji pada tahun mendatang.

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Kediri yang mewakili Bupati Kediri, jajaran Kementerian Haji dan Umrah, Dirjen Haji dan Umrah, pejabat Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur, Sekretaris Daerah, para asisten, kepala organisasi perangkat daerah, camat, kepala desa, serta calon jemaah haji dari seluruh wilayah Kabupaten Kediri.

Hadir pula unsur Kecamatan Banyakan, Pemerintah Desa Kalipang, serta sejumlah pihak yang selama ini turut mendukung pengembangan Bandara Dhoho sebagai salah satu infrastruktur strategis di wilayah Kediri.

Dalam sambutannya, Direktur PT Surya Dhoho Investama menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama sehingga rencana pengembangan pelayanan penerbangan haji melalui Bandara Dhoho dapat terus diperjuangkan.

Ia menjelaskan, proses tersebut tidak berlangsung secara instan. Upaya pengusulan telah dilakukan secara intensif melalui serangkaian pertemuan dan koordinasi, termasuk pertemuan di Surabaya sekitar satu setengah bulan sebelumnya.

“Langkah ini kami awali atas kerja yang baik. Mulai 1 Juli, kemudian secara maraton tanggal 2 kami ke Jakarta untuk mengusulkan dan merancang agar Bandara Dhoho ini bisa langsung digunakan untuk keberangkatan haji dari Kediri ke Surabaya. Alhamdulillah, dalam waktu yang cukup singkat ini bisa mendapatkan persetujuan,” ungkapnya.

Perjuangan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan sistem pelayanan haji yang lebih dekat, efisien dan memberikan kemudahan kepada masyarakat Kediri dan sekitarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kediri dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung terealisasinya penyerahan sertifikat tanah tersebut.

Menurutnya, tanah yang disiapkan memiliki luas sekitar 59.307 meter persegi, dengan nilai lebih dari Rp63,283 miliar. Lahan tersebut direncanakan untuk pembangunan Hotel Haji, bukan sekadar asrama haji.

“Secepatnya akan dibangun Hotel Haji, jadi bukan asrama haji. Kami mohon doa dari seluruh calon jemaah haji agar pembangunan hotel ini segera terlaksana dan nantinya dapat dimanfaatkan para jemaah haji,” ujarnya.

Hotel tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat sejak proses persiapan keberangkatan hingga kepulangan jemaah setelah melaksanakan ibadah haji.

Lebih jauh, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari peningkatan pelayanan haji, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat Kabupaten Kediri.

Pembangunan fasilitas pendukung tersebut diyakini dapat membuka peluang usaha, menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat dan memperkuat posisi Kediri sebagai daerah yang memiliki infrastruktur pendukung penyelenggaraan ibadah haji.

Menteri Haji dan Umrah KH H. Muhammad Irfan Yusuf menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses tersebut.

Ia menjelaskan bahwa pembentukan Kementerian Haji sebagai kementerian tersendiri diharapkan mampu membuat penyelenggaraan ibadah haji semakin fokus dan maksimal.

Menurutnya, keberhasilan pelayanan haji tidak mungkin dilakukan oleh satu instansi saja. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian, lembaga terkait dan seluruh pemangku kepentingan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kediri dan seluruh pihak yang telah mewakafkan atau menyediakan tanah untuk kepentingan pelayanan jemaah haji.

“Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan ini dengan berlipat ganda,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Haji dan Umrah juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 dinilai telah memberikan hasil yang sangat baik.

Berdasarkan survei yang disampaikan, tingkat kepuasan jemaah mencapai 92,2 persen. Angka tersebut menjadi modal penting untuk terus melakukan evaluasi dan peningkatan pelayanan pada musim haji berikutnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh cepat berpuas diri. Masih terdapat berbagai aspek yang harus dibenahi agar pelayanan kepada jemaah semakin baik.

“Kami berharap tahun depan bisa meningkat lebih baik lagi,” tegasnya.

Salah satu harapan besar yang disampaikan Menteri Haji dan Umrah adalah terbukanya peluang embarkasi haji di Kediri.

Jika dapat direalisasikan, keberadaan embarkasi tersebut dinilai dapat memberikan berbagai manfaat, terutama dalam memangkas proses perjalanan jemaah dan berpotensi menekan biaya yang harus ditanggung masyarakat.

Selain aspek pelayanan, keberadaan embarkasi haji juga diyakini dapat memberikan multiplier effect terhadap perekonomian daerah.

“Kita ingin daerah Kediri bisa ikut berkembang dengan adanya embarkasi haji ini. Tentunya ini sesuai dengan amanat Presiden agar penyelenggaraan haji semakin ekonomis serta memberikan kemanfaatan bagi masyarakat,” jelasnya.

Dengan adanya fasilitas pendukung seperti Hotel Haji dan pengembangan Bandara Dhoho, Kediri diharapkan mampu menjadi salah satu pusat pelayanan haji yang representatif di Jawa Timur.

Di hadapan calon jemaah haji, Menteri Haji dan Umrah juga menyampaikan pesan agar seluruh jajaran yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji bekerja secara profesional dan sesuai ketentuan.

Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang bermain-main dengan proses pelayanan maupun pemberangkatan jemaah.

Pesan tersebut sejalan dengan arahan Presiden agar seluruh jajaran bekerja secara transparan, profesional dan bertanggung jawab.

Menteri juga mengingatkan calon jemaah mengenai pembayaran dam agar dilakukan melalui petugas atau mekanisme resmi yang telah ditentukan di Arab Saudi.

Hal tersebut penting untuk menghindari praktik tidak bertanggung jawab yang dapat merugikan jemaah.

Tidak hanya persoalan fasilitas dan administrasi, Menteri Haji dan Umrah juga mengingatkan calon jemaah untuk mempersiapkan kondisi fisik sejak jauh-jauh hari.

Menurutnya, ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik yang prima karena rangkaian ibadah dilakukan dalam kondisi dan lingkungan yang berbeda.

“Bapak dan ibu semuanya tidak hanya mempersiapkan materi. Mulai sekarang siapkan fisiknya agar nanti waktu pelaksanaan haji sudah terbiasa dengan aktivitas fisik yang maksimal,” pesannya.

Calon jemaah juga diminta mengikuti kegiatan manasik dengan sungguh-sungguh agar memahami tata cara ibadah haji dengan baik dan benar.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Haji dan Umrah mengingatkan masyarakat agar berhati-hati ketika memilih biro perjalanan umrah.

Peringatan tersebut disampaikan menyusul masih adanya berbagai aduan masyarakat terkait calon jemaah yang telah membayar biaya perjalanan, tetapi tidak dapat diberangkatkan.

Karena itu, masyarakat diminta memastikan biro perjalanan yang dipilih memiliki legalitas resmi, memiliki rekam jejak yang baik dan berpengalaman dalam memberangkatkan jemaah.

“Kepada masyarakat yang hendak melaksanakan umrah, carilah biro yang resmi dan sudah berpengalaman,” pesannya.

Kunjungan Menteri Haji dan Umrah ke Kediri sekaligus menjadi penanda penting bahwa pengembangan pelayanan haji di wilayah tersebut terus bergerak.

Penyerahan sertifikat tanah untuk pembangunan Hotel Haji, pengembangan Bandara Dhoho, serta wacana pembukaan embarkasi haji menjadi rangkaian langkah strategis yang diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, nyaman dan efisien bagi masyarakat.

Jika seluruh rencana tersebut dapat diwujudkan secara optimal, Kediri bukan hanya akan mendapatkan manfaat dari sisi pelayanan jemaah haji, tetapi juga berpeluang menjadi salah satu kawasan yang mengalami pertumbuhan ekonomi baru.

Bagi para calon jemaah haji, momentum tersebut tentunya menjadi kabar menggembirakan. Harapan untuk mendapatkan pelayanan yang semakin dekat, nyaman dan efisien kini semakin terbuka.

Dengan kolaborasi pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Kediri, pengelola Bandara Dhoho dan seluruh pemangku kepentingan, cita-cita menjadikan Kediri sebagai salah satu pusat pelayanan dan keberangkatan haji di Jawa Timur diharapkan dapat segera terwujud.

Jurnalis: Eko Yanto AS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *