Agustus 28, 2026

Tim Inafis Polres Tanggamus Lakukan Identifikasi Kebakaran SPPG Purwosari Kelumbayan Barat

0

 

TNIPOLRINEWS.COM –

Lampung Tanggamus – Tim Inafis Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanggamus melaksanakan pemeriksaan dan pengolahan Tempat Kejadian Perkara (TKP) kebakaran gedung Satuan Pelaksana Pelayanan Gizi (SPPG) Yayasan Nusantara Alam Abadi Lampung, yang berlokasi di Pekon Purwosari, Kecamatan Kelumbayan Barat, Kabupaten Tanggamus, pada Kamis (27/8/2026).

Pengolahan TKP dimulai pukul 11.20 WIB setelah api dipastikan telah padam. Petugas melakukan pengamatan menyeluruh lokasi, memeriksa kondisi bangunan, mewawancarai saksi, serta mengamankan barang bukti guna mendukung proses penyelidikan lebih lanjut.

Akibat peristiwa ini, bangunan dapur SPPG beserta sejumlah peralatan dan perlengkapan di dalamnya rusak terbakar. Kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar. Tidak ada korban jiwa maupun luka yang dilaporkan dalam kejadian ini.

Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Khairul Yasin Ariga, S.Kom., M.H., menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan sementara, kerusakan paling parah terjadi pada ruang tempat alat pengukus nasi (rice steamer) dengan tingkat kerusakan mencapai sekitar 90 persen, yang diduga menjadi titik awal terjadinya kebakaran.

“Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, letupan diduga terjadi akibat gas yang terperangkap di ruangan tertutup. Kebakaran bermula dari kebocoran pada jalur selang gas yang menghubungkan alat rice steamer dengan tabung gas,” jelas AKP Khairul Yasin Ariga mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H.

Penyelidik meminta keterangan empat orang saksi yang berada di lokasi dan mengetahui kejadian sebelum kebakaran, yaitu:

1. Yayan Ardianto (29) – Petugas P3K/SPPI SPPG
2. Lia Udin (33) – Petugas Pendukung/Aslap SPPG
3. M. Lutfi Rizki Adhari (23) – Kepala Koki SPPG
4. Arniah (40) – Koki Dapur SPPG

Keempatnya merupakan warga Pekon Purwosari dan Pekon Merbau, Kecamatan Kelumbayan Barat.

“Menurut keterangan saksi Arniah dan M. Lutfi Rizki Adhari, sebelum api muncul terdengar suara berdesis dan tercium bau gas, lalu disusul suara letupan sebelum api keluar dari bagian bawah mesin rice steamer,” urainya.

Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan 12 tabung LPG Bright Gas berukuran 12 kilogram dalam kondisi kosong, dua Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang telah digunakan dan rusak terbakar, serta sisa kerusakan pada saluran pipa dan selang gas. Sementara itu, meteran listrik dan sakelar di dalam bangunan ditemukan masih dalam kondisi utuh.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, saat petugas dapur sedang menyiapkan kebutuhan makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) keesokan harinya. Api sempat berusaha dipadamkan menggunakan APAR namun tidak berhasil, sehingga petugas mengevakuasi diri ke tempat aman. Warga sekitar kemudian membantu pemadaman hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 05.00 WIB.

“Selain barang bukti di atas, petugas juga mengamankan dua sampel arang dari titik berbeda untuk diperiksa lebih lanjut. Seluruh hasil olah TKP, keterangan saksi, dan barang bukti akan dijadikan dasar penyelidikan guna memastikan penyebab pasti peristiwa ini,” pungkas Kasat Reskrim.

(Heriyadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *