September 7, 2026

Dentuman Gunung Anak Krakatau Terdengar, Warga Pesisir Pandeglang Kembali Waspada

0

Tnipolrinews.Com | PANDEGLANG, BANTEN —

Suara dentuman yang terdengar pada malam Jumat hingga Sabtu pagi menjadi perhatian masyarakat di sejumlah wilayah pesisir Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Kondisi tersebut membuat warga kembali meningkatkan kewaspadaan, mengingat wilayah pesisir Pandeglang memiliki pengalaman pahit akibat tsunami Selat Sunda pada 2018 lalu.

Berdasarkan pantauan awak media di sejumlah titik pesisir, suara dentuman tersebut menjadi perhatian warga di beberapa wilayah, antara lain Desa Banyu Asih, Kecamatan Cigeulis, Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, serta Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang.

Keempat wilayah tersebut merupakan kawasan yang masyarakatnya hidup berdampingan dengan laut. Karena itu, setiap perubahan kondisi perairan maupun suara dentuman dari arah Selat Sunda dengan cepat menjadi perhatian masyarakat.

Meski suara dentuman terdengar dari malam Jumat hingga Sabtu pagi, berdasarkan pantauan di lapangan hingga saat ini belum ditemukan adanya kejadian tsunami yang menerjang wilayah pesisir. Kondisi permukiman warga juga terpantau aman dan aktivitas masyarakat berjalan seperti biasa.

Selain itu, dari hasil pantauan awak media di sejumlah titik tersebut, belum terlihat adanya abu vulkanik yang sampai ke permukiman warga.

Namun demikian, salah seorang warga Kampung Karang Meungpeuk, Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Ibu Sumirah, mengungkapkan bahwa dirinya sempat memperhatikan kondisi air laut setelah terdengar suara dentuman.

Menurut Sumirah, saat air laut mengalami surut, wilayah laut yang terlihat kosong tampak lebih luas dibandingkan kondisi pada hari-hari sebelumnya.

“Setelah terdengar dentuman dari malam Jumat sampai Sabtu pagi, sampai sekarang tidak ada kejadian apa-apa. Tidak ada tsunami dan abu vulkanik juga tidak ada. Hanya saja, ketika air laut surut, kelihatannya lebih luas dibandingkan hari-hari sebelumnya,” ujar Sumirah kepada awak media.

Pernyataan warga tersebut menjadi salah satu gambaran kondisi yang dirasakan masyarakat di lapangan. Meski demikian, perubahan pasang surut air laut tidak dapat secara langsung disimpulkan sebagai tanda akan terjadinya tsunami. Untuk memastikan kondisi tersebut diperlukan pemantauan dan informasi dari instansi berwenang.

Masyarakat Masih Mengingat Tsunami 2018

Kewaspadaan warga bukan tanpa alasan. Masyarakat pesisir Pandeglang masih mengingat peristiwa tsunami Selat Sunda yang terjadi pada Desember 2018.

Desa Banyu Asih dan Desa Tanjung Jaya termasuk wilayah yang masyarakatnya pernah merasakan dampak bencana tersebut. Peristiwa itu meninggalkan pengalaman mendalam bagi masyarakat pesisir dan menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana di kawasan pantai.

Setiap terdengar suara dentuman dari arah laut, ditambah perubahan kondisi air laut yang tidak biasa menurut pengamatan warga, tentu dapat menimbulkan kekhawatiran.

Meski begitu, masyarakat diimbau tidak mudah panik maupun menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Warga sebaiknya tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang.

Empat Titik Pesisir Dipantau

Awak media melakukan pemantauan di empat titik wilayah pesisir Kabupaten Pandeglang, yakni Desa Banyu Asih Kecamatan Cigeulis, Desa Tanjung Jaya Kecamatan Panimbang, Desa Citeureup Kecamatan Panimbang, dan Desa Mekarsari Kecamatan Panimbang.

Dari pantauan tersebut, kondisi masyarakat hingga laporan ini dibuat masih dalam keadaan aman. Tidak ditemukan adanya gelombang tsunami yang masuk ke daratan maupun abu vulkanik yang menyelimuti kawasan permukiman.

Masyarakat tetap menjalankan aktivitas seperti biasa, namun kewaspadaan terhadap perkembangan kondisi laut masih terlihat.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi perairan Selat Sunda memang menjadi perhatian penting bagi masyarakat pesisir. Oleh sebab itu, setiap informasi mengenai aktivitas gunung api, gempa bumi, maupun potensi tsunami hendaknya mengacu kepada informasi resmi dari lembaga yang memiliki kewenangan dalam pemantauan kebencanaan.

Hingga laporan ini diturunkan, situasi di empat titik pesisir yang dipantau awak media terpantau aman. Tidak ada laporan tsunami maupun hujan abu vulkanik di wilayah tersebut.

Awak media akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di wilayah pesisir Pandeglang, khususnya kawasan yang berhadapan langsung dengan Selat Sunda, serta mengedepankan informasi yang terverifikasi demi memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakat.

Jurnalis: Satim Kabiro
Pandeglang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *