September 8, 2026

GUSNAR ISMAIL: TUDINGAN SAYA PENGARUHI MENTERI KEBUDAYAAN ADALAH HOAKS

0

TNIPOLRINEWS.COM –

Gorontalo, 8 September 2026 Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail tampil memberikan penjelasan tegas terkait tudingan yang mengaitkan dirinya dengan pengaruh terhadap kebijakan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam persoalan cagar budaya di Kota Gorontalo. Dengan tegas ia menolak tuduhan tersebut.

“Demi Allah, tidak ada,” begitu penegasan awal Gusnar.

Ia menjelaskan kronologi pertemuannya dengan Menteri Fadli Zon. Pertemuan pertama terjadi pada 25 Oktober 2025, jauh sebelum persoalan cagar budaya yang kini hangat dibahas muncul. Pertemuan kedua baru berlangsung beberapa minggu lalu, dan fokus utamanya adalah memperjuangkan status pahlawan nasional tokoh dari Gorontalo — bukan urusan cagar budaya.

Isu cagar budaya itu sendiri justru muncul secara spontan saat ia sedang memaparkan nama calon pahlawan nasional. Menteri Fadli Zon-lah yang kemudian membahas persoalan cagar budaya tersebut dan langsung berkoordinasi dengan jajarannya.

“Pak Menteri mengatakan, mencabut itu sama saja mencabut memori kolektif bangsa. Itu kata-kata beliau,” ungkap Gusnar menirukan pernyataan Menteri Kebudayaan.

Menteri juga meminta agar rekonstruksi bangunan cagar budaya segera dilakukan saat anggaran tersedia, serta mendesak pembahasan kembali persoalan Benteng Otanaha bersama Pemerintah Kota Gorontalo — yang menurut Gusnar, meski berstatus cagar budaya, prosesnya masih tertunda karena adanya bangunan tambahan di lokasi tersebut.

Gusnar juga menegaskan ia tidak bermodal popularitas. Ia mengaku bukan tipe pemimpin yang gemar mengumbar janji atau menggelar konferensi pers demi tampil gagah di media.

“Kalau saya ingin gagah-gagahan, dari Jakarta sudah saya konferensi pers. Tapi saya ini bekerja diam-diam saja, biar nanti sudah jadi baru bicara,” ucapnya.

Ia menambahkan, anggaran penanganan cagar budaya dikabarkan sudah tersedia dari pusat. Namun yang terpenting menurutnya adalah kerja nyata, bukan janji kosong.

“Saya tidak menjanjikan apa-apa, karena hasilnya ada di tangan kita. Kita harus bekerja keras untuk mewujudkannya,” tegasnya.

Di akhir pernyataan, Gusnar kembali menegaskan: tudingan bahwa dirinya memengaruhi Menteri Kebudayaan itu tidak benar.

“Saya tegaskan, tudingan tersebut adalah hoaks dan pembohongan publik,” pungkasnya.

( S.R 01 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *