September 19, 2026

Dorong Budidaya Rumput Laut Berkelanjutan, Hutama Karya Hadirkan HK Bio Care di Desa Ruguk Lampung Selatan

0

LAMPUNG SELATAN, tnipolrinews.com

PT Hutama Karya (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) HK Bio Care melaksanakan kegiatan Kick Off dan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Budidaya Rumput Laut bagi masyarakat pembudidaya di Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, pada 17–18 September 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Perseroan mendorong pengembangan budidaya rumput laut yang produktif, berkualitas, dan berkelanjutan.

Program HK Bio Care menyasar 30 pembudidaya rumput laut terpilih dari Desa Ruguk yang berasal dari empat dusun, yaitu Ruguk Induk, Sumber Jaya, Mekar Jaya, dan Tasik. Para peserta merupakan hasil asesmen dari sekitar 100 pembudidaya dan dipersiapkan sebagai _agent of change_ yang diharapkan dapat menerapkan serta membagikan pengetahuan kepada kelompok lainnya.

*Materi Kultur Jaringan dan GAP*

Dalam pelaksanaannya, kegiatan mengintegrasikan pembelajaran di kelas dengan praktik lapangan. Peserta mendapatkan materi mengenai potensi pengembangan usaha budidaya rumput laut, peluang pasar dan rantai nilai berbasis _Blue Economy_, teknologi produksi bibit unggul melalui kultur jaringan, serta penerapan _Good Aquaculture Practices (GAP)_ yang mencakup pemilihan lokasi dan bibit, sistem budidaya, pemeliharaan, hingga panen dan pascapanen.

Penguatan kapasitas dilakukan bersama SEAMEO BIOTROP dan Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung–Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai narasumber teknis. Pada hari pertama, peserta memperoleh pembekalan mengenai potensi dan pengembangan usaha serta teknologi produksi bibit unggul melalui kultur jaringan. Sementara pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan praktik dan demonstrasi budidaya, teknik panen, penanganan pascapanen, serta pengendalian mutu hasil.

Selain pelatihan, program HK Bio Care juga mencakup dukungan sarana dan prasarana budidaya berupa tali utama, tali ris, jangkar, serta sarana panen. Program turut menyediakan rumah apung sebagai tempat penampungan bibit sebelum ditanam di lokasi budidaya kelompok.

Pendamping program di lapangan menjelaskan bahwa bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai jual.

“Memang pemberdayaan Hutama Karya, kita dukung baik dari pelatihan maupun sarana dan prasarana, jadi ada rumah apung, ada jaring dan lain-lain. Yang mana itu juga mendukung nilai jual rumput laut meningkat. Sebelumnya harganya masih biasa saja, hari ini mereka mengerti teknik-tekniknya,” ujarnya.

*Kades: Petani Diberi Program 3 Tahun*

Di tempat yang sama, Kepala Desa Ruguk Saiful mengatakan petani mendapatkan program keberlanjutan selama tiga tahun.

“Petani rumput laut itu mendapatkan HK BIO CARE di mana mereka memberikan program kelanjutan selama tiga tahun. Untuk pertama ini kita ada pelatihan cara pembibitan, karena petani rumput laut Desa Ruguk cara bertaninya masih tradisional,” kata Saiful.

“Mereka memberikan edukasi cara pembibitan, cara menanam, semuanya serba modern sehingga menghasilkan hasil yang bagus. Kemudian petani tidak hanya jadi petani, tapi pelaku usaha jadi ekonomisnya meningkat,” tambahnya.

*Sejalan dengan Asta Cita Pemerintah*

Pelaksanaan HK Bio Care juga sejalan dengan Asta Cita Pemerintah, terutama Asta Cita ke-2 yang mendorong kemandirian bangsa melalui penguatan ekonomi biru, serta Asta Cita ke-3 dalam mendorong penciptaan lapangan kerja dan pengembangan ekonomi masyarakat. Program ini turut mendukung Asta Cita ke-5 melalui pengembangan nilai tambah komoditas serta Asta Cita ke-6 melalui pemberdayaan masyarakat dari tingkat desa.

Pj. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan bahwa pelaksanaan HK Bio Care merupakan bagian dari komitmen Perseroan dalam menjalankan TJSL yang memberikan manfaat bagi masyarakat melalui penguatan kapasitas dan pengembangan potensi ekonomi lokal.

“Melalui HK Bio Care, Hutama Karya berupaya mendukung masyarakat pembudidaya rumput laut di Desa Ruguk melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta akses terhadap teknologi budidaya. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi pengembangan usaha pembudidaya di Desa Ruguk,” ujar Hamdani.

Menurut Hamdani, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program.

“Pelaksanaan program ini dilakukan melalui kolaborasi dengan pihak yang memiliki kompetensi di bidang budidaya rumput laut. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat penerapan praktik budidaya yang baik serta mendukung kemandirian kelompok pembudidaya ke depan,” tambah Hamdani.

Ke depan, Hutama Karya akan melanjutkan pendampingan melalui penguatan kelembagaan kelompok, pengembangan usaha dan pemasaran, serta pengukuran dampak program.

BR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *