50 Pejalan Nordik Banyuwangi Siap ‘Langkah Menuju Prambanan’, Ramaikan JNAI 2026

Banyuwangi, TNIPOLRINEWS.COM –
Semangat komunitas jalan nordik di Kabupaten Banyuwangi terus menguat. Sebanyak 50 anggota Badan Pengurus Cabang (BPC) KOJANORKAB Banyuwangi dipersiapkan untuk bertolak ke Prambanan, Yogyakarta, guna mengikuti Jalan Nordik Akbar Indonesia (JNAI) 2026,
Minggu, 27 September 2026.
JNAI 2026 diproyeksikan menjadi salah satu perhelatan besar komunitas jalan nordik di Indonesia. Kegiatan tersebut diproyeksikan akan dihadiri sekitar 4.000 peserta yang berasal dari BPP, BPD, dan BPC KJNI dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.
Ribuan peserta tersebut akan berkumpul di kawasan Prambanan, Yogyakarta, untuk mengikuti kegiatan jalan nordik sekaligus mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarpegiat jalan nordik dari berbagai wilayah Indonesia.
Keikutsertaan 50 anggota dari Banyuwangi menjadi bagian dari semangat BPC KOJANORKAB Banyuwangi untuk membawa nama daerah sekaligus bergabung dalam gerakan jalan nordik berskala nasional tersebut.
Humas KJNI Banyuwangi, Alif HW, yang juga ketua LAN Banyuwangi mengatakan persiapan menuju Prambanan dilakukan dengan penuh antusiasme dan semangat kebersamaan.
“Kita siapkan 50 anggota untuk hadir di JNAI Prambanan Yogyakarta. Dengan penuh antusias dan semangat, kami ingin mewakili Kabupaten Banyuwangi dan bergabung bersama KJNI dari seluruh Indonesia di Prambanan Yogyakarta pada 27 September mendatang,” ujar Alif HW.
Menurut Alif, JNAI 2026 bukan hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga momentum untuk mempertemukan para pegiat jalan nordik dari berbagai daerah, memperluas jejaring komunitas, serta memperkuat semangat kebersamaan.
Jalan Nordik, Olahraga Sehat dan Penuh Kebersamaan
Jalan nordik merupakan aktivitas berjalan dengan menggunakan tongkat khusus yang dilakukan dengan teknik gerakan tertentu sehingga tidak hanya melibatkan kaki, tetapi juga mengaktifkan bagian tubuh atas.
Aktivitas ini dapat menjadi pilihan olahraga rekreatif untuk menjaga kebugaran. Gerakan menggunakan tongkat juga membantu melatih koordinasi tubuh dan keseimbangan, sekaligus membuat aktivitas berjalan menjadi lebih dinamis.
Selain manfaat fisik, jalan nordik memiliki sisi sosial yang kuat. Dilakukan secara berkelompok, olahraga ini membuka ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi, membangun persaudaraan, dan menjalani aktivitas sehat bersama.
Bagi BPC KOJANORKAB Banyuwangi, semangat tersebut menjadi bagian dari gerakan mengajak masyarakat untuk bergerak, sehat dan bahagia melalui olahraga jalan nordik.
Membawa Semangat Banyuwangi ke Prambanan
Menuju JNAI 2026, para peserta dari Banyuwangi tidak sekadar mempersiapkan perjalanan menuju Yogyakarta. Mereka membawa semangat kebersamaan komunitas sekaligus memperkenalkan Banyuwangi sebagai salah satu daerah yang turut aktif mengembangkan olahraga jalan nordik.
Dari Bumi Blambangan menuju Prambanan, langkah para pegiat jalan nordik Banyuwangi akan menjadi bagian dari langkah bersama ribuan peserta dari berbagai penjuru Indonesia.
Banyuwangi Jenggirat Tangi!
Langkah bersama, sehat bersama, menuju Prambanan, Pungkasnya
Warta: Mustakim & Alif HW.
