Januari 13, 2026

Banjir Rendam Puluhan Hektar Sawah di Kampung Ciheru, Petani Minta Pemerintah Lakukan Antisipasi Serius

0

TNIPOLRINEWS.COM –

Pandeglang tgl 3/1/2026 Curah hujan yang sangat deras mengguyur wilayah Kabupaten Pandeglang pada Sabtu, 3 Januari 2026, mengakibatkan puluhan hektar pesawahan terendam banjir di Kampung Ciheru, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten. Banjir tersebut berdampak langsung pada para petani pemilik sawah yang menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, banjir terjadi setelah hujan turun dengan intensitas tinggi selama beberapa jam. Air meluap dari saluran irigasi dan aliran sungai di sekitar area persawahan yang tidak mampu menampung debit air hujan, sehingga menggenangi areal sawah dengan ketinggian air yang cukup signifikan.

Puluhan petani di Kampung Ciheru mengaku mengalami kerugian besar. Tanaman padi yang baru ditanam hingga yang sudah memasuki fase pertumbuhan terancam rusak bahkan berpotensi gagal panen. Kondisi ini membuat para petani semakin resah, mengingat banjir tersebut merupakan banjir langganan yang hampir terjadi setiap tahun saat musim hujan tiba.

“Setiap tahun kami selalu kebanjiran kalau hujan deras. Sawah terendam, padi rusak, dan kami yang menanggung kerugian. Kami berharap ada solusi nyata dari pemerintah,” ungkap salah satu petani setempat.

Warga dan petani Kampung Ciheru meminta perhatian serius dari pemerintah, baik pemerintah desa, kecamatan, hingga pemerintah daerah Kabupaten Pandeglang, agar segera melakukan langkah antisipasi dan penanganan jangka panjang. Mereka menilai perlu adanya normalisasi sungai, perbaikan dan pelebaran saluran irigasi, serta sistem drainase pertanian yang lebih memadai untuk mencegah banjir berulang.

Menurut warga, tanpa penanganan konkret, banjir tahunan ini akan terus mengancam ketahanan pangan lokal serta kesejahteraan petani. Selain menimbulkan kerugian ekonomi, banjir juga berdampak pada semangat petani untuk terus mengolah lahan pertanian mereka.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi air di sebagian area persawahan masih tergenang. Para petani hanya bisa berharap banjir segera surut dan pemerintah segera turun tangan untuk mencari solusi agar kejadian serupa tidak terus terulang di tahun-tahun mendatang.

 

Jurnalis: mukri 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *