Bersamaan Hari Anti Korupsi, Laskar Cemeti Emas, Kasih Bintang Satu untuk Kejaksaan Banyuwangi
BANYUWANGI, tnipolrinews.com – Semangat anti korupsi yang berkobar menyelimuti seluruh wilayah Banyuwangi seiring dengan mendekatnya peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) yang diperingati setiap tahun pada 9 Desember. Dalam kesempatan ini, Ketua Umum Laskar Cemeti Emas, M. Anas, turut angkat bicara dan menyampaikan pandangan serta harapan yang mendalam terkait upaya pemberantasan korupsi yang terus berlangsung di wilayahnya, yang dikenal dengan julukan “Kota Santri” dan salah satu destinasi wisata terkemuka di Jawa Timur.
Kamis:(11-12-2025)
Sebagai wujud kepedulian yang tulus terhadap keadilan dan kesejahteraan rakyat Banyuwangi, M. Anas menjelaskan bahwa para penegak hukum dari berbagai latar belakang – mulai dari Kepolisian Resor Kabupaten (Polres) Banyuwangi, Kejaksaan Negeri Banyuwangi, hingga Mahkamah Agung Wilayah (MAW) Jawa Timur cabang Banyuwangi – telah bekerja sama secara erat selama beberapa bulan terakhir untuk membentuk gerakan kolaboratif yang diberi nama “Banyuwangi Anti Korupsi”. Gerakan ini bertujuan sebagai platform terpadu yang menghubungkan berbagai pihak – mulai dari aparat penegak hukum, lembaga masyarakat sipil (LSM), elemen swasta, hingga lembaga akademisi dan pemuda – untuk saling mendukung dan memperkuat upaya memerangi korupsi, kejahatan ekonomi, dan praktik penyalahgunaan wewenang (KKN) di setiap tingkatan, baik di lingkup pemerintah daerah, swasta, maupun lembaga masyarakat.
“Anti Korupsi’ bukan hanya sekadar nama, melainkan komitmen nyata untuk menciptakan tatanan sosial yang lebih adil dan transparan,” ujar M. Anas dalam rapat pers yang diadakan di markas Laskar Cemeti Emas. Ia menambahkan bahwa gerakan ini akan melaksanakan berbagai program, antara lain pelatihan pengetahuan anti korupsi bagi pemuda, kampanye sosialisasi melalui media massa dan digital, serta pendirian pos layanan pengaduan korupsi yang mudah diakses oleh masyarakat.
Selain itu, M. Anas juga menyampaikan dukungan penuh kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Banyuwangi sebagai lembaga yang berperan sentral dalam penegakan hukum terkait korupsi. Ia menyumbang pemikiran yang santun dan konstruktif untuk membantu Kejari meningkatkan “supermasi hukum” yang adil dan berkeadilan bagi seluruh warga Banyuwangi. Menurutnya, supermasi hukum yang sebenarnya bukan hanya tentang menegakkan aturan secara tegas, melainkan juga tentang memastikan bahwa setiap warga mendapatkan perlindungan hukum yang setara, tanpa memandang status sosial, ekonomi, atau kedudukan politik. “Kita harapkan Kejari Banyuwangi terus bekerja dengan objektif, tanpa takut dan tanpa pilih kasih, agar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum semakin meningkat,” tegasnya.
Ketua Umum Laskar Cemeti Emas juga menghimbau kepada semua pihak untuk mewujudkan cita-cita yang diutarakan oleh “Presiden” – yang menjadi inspirasi gerakan mereka karena dedikasinya dalam memerangi korupsi selama puluhan tahun – yaitu harapan agar Kejaksaan Negeri Banyuwangi bisa bekerja dengan maksimal, konsisten, dan tegas dalam memberantas korupsi, terutama dalam kasus yang melibatkan penggelapan anggaran negara, suap, dan penyalahgunaan wewenang yang merugikan rakyat. Ia menekankan bahwa korupsi adalah musuh bersama yang merusak tatanan sosial, ekonomi, dan politik, mengganggu pertumbuhan ekonomi daerah, serta merusak citra Banyuwangi di mata dunia. Oleh karena itu, perlu upaya bersama dari semua elemen masyarakat untuk menumbangkannya.
Anas juga menyinggung kasus NH sudah ditetapkan tersangka belum dimasukan dipenjara,sebagai rakyat banyuwangi kecewa dan hanya bisa kasih bintang ⭐
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum saja. Setiap warga juga berperan penting sebagai pengawas masyarakat yang sadar dan aktif, serta sebagai pelaku yang taat hukum,” ujar M. Anas. Ia berharap bahwa dengan terjalinnya sinergi yang kuat antara aparat penegak hukum dan masyarakat sipil, Banyuwangi akan menjadi daerah yang bebas dari korupsi dalam waktu dekat dan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia yang juga sedang berjuang memerangi masalah yang sama. “Mari kita bersama-sama membangun Banyuwangi yang lebih baik, bebas dari korupsi, dan penuh dengan harapan bagi generasi mendatang,” pungkasnya.
(Mustakim & Hidayat)