Cuaca Buruk Berbulan-bulan, Ratusan Bagan Nelayan di Selatan Selat Sunda Rusak dan Hanyut

—–
TNIPOLRInews.com //
3 Januari 2026
PANIMBANG, PANDEGLANG – Cuaca buruk yang melanda wilayah Selatan Selat Sunda selama beberapa bulan terakhir mengakibatkan ratusan bagan tancap dan bagan apung milik nelayan rusak parah bahkan hanyut terbawa ombak. Kondisi ini berdampak langsung terhadap aktivitas melaut serta perekonomian masyarakat pesisir.
Berdasarkan pantauan langsung awak media di lapangan, kerusakan alat tangkap nelayan terlihat di tiga desa, yakni Desa Mekarsari, Desa Citeureup, dan Desa Tanjung Jaya, yang masuk wilayah Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Di sejumlah titik, bagan apung tampak rusak dengan tingkat kerusakan ringan hingga berat, sementara bagan tancap banyak yang roboh, patah, dan hilang terbawa arus laut.
Cuaca ekstrem berupa hujan deras, angin kencang, dan gelombang tinggi menjadi penyebab utama rusaknya alat tangkap nelayan tersebut. Akibatnya, para nelayan terpaksa menghentikan aktivitas melaut demi keselamatan, sehingga kehilangan sumber penghasilan utama.

Awak media kemudian menggali keterangan dari salah seorang nelayan setempat, Nanang, yang sehari-hari dikenal dengan sapaan Nanang (Bule). Ia membenarkan bahwa kerusakan alat tangkap terjadi hampir di seluruh titik bagan.
“Bagan apung ada yang rusaknya ringan dan ada juga yang parah. Tapi kalau bagan tancap, kebanyakan rusak berat dan hanyut entah ke mana terbawa ombak dan angin,” ungkap Nanang.
Nanang berharap pemerintah dan instansi terkait dapat turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi nyata nelayan pesisir yang kini semakin terdesak.

“Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah. Nelayan di Desa Citeureup, Desa Tanjung Jaya, dan Desa Mekarsari saat ini sangat terdampak. Bahkan sudah mulai merasakan krisis pangan akibat cuaca yang tidak menentu,” pungkasnya.
Hal senada disampaikan oleh Haji Afip, tokoh nelayan setempat. Ia menegaskan bahwa bantuan alat tangkap menjadi kebutuhan paling mendesak bagi nelayan.

“Fokus utama yang kami harapkan adalah bantuan perbaikan atau penggantian alat tangkap nelayan yang rusak dan hanyut akibat cuaca buruk yang terus menerpa wilayah Selat Sunda bagian selatan,” ujarnya.
Imbauan Keselamatan Nelayan:
Di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, para nelayan diimbau untuk tidak memaksakan diri melaut, selalu mengikuti informasi prakiraan cuaca dari BMKG, serta memastikan kelayakan alat keselamatan sebelum beraktivitas di laut. Keselamatan jiwa nelayan harus menjadi prioritas utama.
Para nelayan berharap adanya langkah cepat dan konkret dari pemerintah daerah maupun pusat agar aktivitas melaut dapat kembali normal dan ketahanan ekonomi masyarakat pesisir dapat segera pulih.
Jurnalis: Satim Kabiro pandeglang