Cuaca Buruk Ganggu Aktivitas Nelayan Kampung Cipakis BPPKB Imbau Utamakan Keselamatan Jelang Pergantian Tahun

—–
Tnipolrnews.com //
31 Desember 2025
Pandeglang, Banten – Perubahan cuaca ekstrem kembali terjadi di kawasan tempat penyandaran ikan Kampung Cipakis, Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten. Cuaca yang sebelumnya terpantau baik pada Selasa siang hingga sore hari, 30 Desember 2025, mendadak berubah drastis sejak malam hari sekitar pukul 00.00 WIB hingga Rabu, 31 Desember 2025, sehingga mengganggu aktivitas para nelayan setempat.
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, angin kencang disertai arus dan gelombang laut yang cukup tinggi terjadi secara tiba-tiba. Kondisi tersebut membuat para nelayan bubu, jaring, dan bagan apung terpaksa menghentikan sementara aktivitas melaut demi menghindari risiko kecelakaan laut.

Menjelang pergantian Tahun Baru 2026, Wakil Ketua Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB), Rusdi, menyampaikan imbauan keselamatan kepada seluruh nelayan pesisir, khususnya di Desa Tanjung Jaya dan sekitarnya. Ia menegaskan bahwa keselamatan jiwa nelayan harus menjadi prioritas utama dibandingkan mengejar hasil tangkapan.
“Kami mengimbau kepada seluruh nelayan agar tidak memaksakan diri melaut saat kondisi cuaca tidak menentu seperti sekarang. Angin kencang dan gelombang tinggi sangat berbahaya, terutama pada malam hingga dini hari. Lebih baik seluruh alat tangkap diamankan terlebih dahulu demi keselamatan bersama,” ujar Rusdi kepada awak media.

Rusdi juga meminta para nelayan untuk terus memantau perkembangan cuaca serta mengikuti informasi resmi dari pihak terkait, seperti BMKG dan aparat setempat, sebelum kembali melaut. Menurutnya, kewaspadaan dan kesiapsiagaan sangat diperlukan, terutama menjelang pergantian tahun yang biasanya diiringi perubahan cuaca ekstrem.
Hal senada disampaikan oleh Deni, salah seorang nelayan setempat yang turut menyaksikan langsung perubahan kondisi cuaca di perairan Kampung Cipakis, Ia mengatakan bahwa gelombang laut mulai meninggi sejak tengah malam, disertai hembusan angin yang cukup kuat, sehingga sangat berisiko bagi perahu nelayan kecil.
Akibat cuaca buruk tersebut, sebagian besar nelayan memilih untuk tetap berada di darat dan menunggu hingga kondisi laut kembali stabil. Aktivitas melaut sementara dihentikan, sementara para nelayan hanya bisa pasrah sambil terus memantau kondisi cuaca dari pesisir.

BPPKB bersama tokoh masyarakat setempat juga mengimbau agar para nelayan memastikan perahu dan alat tangkap terikat dengan baik, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta saling mengingatkan antar nelayan untuk tidak mengambil risiko yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Dengan adanya imbauan keselamatan ini, diharapkan seluruh nelayan pesisir Panimbang dapat lebih waspada dan mengutamakan keselamatan jiwa, sambil menunggu kondisi cuaca kembali stabil agar aktivitas melaut dapat berjalan normal kembali di awal tahun mendatang.
Sumber :Rusdi wakil ketua BPPKB panimbang Jurnalis: Satim