Januari 13, 2026

Cuaca Ekstrem Berhari-hari, Banjir Kembali Terjang Permukiman Warga Panimbang

0

—–

Tnipolrinews.com //

12 Janwari 2026, PANIMBANG, PANDEGLANG – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang terjadi selama beberapa hari terakhir kembali menyebabkan banjir di sejumlah titik wilayah Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten. Luapan air tak dapat dihindari dan kembali menerjang permukiman warga di kampung-kampung yang selama ini dikenal rawan banjir.

Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, banjir merendam Kampung Karet, Desa Citeureup, Kampung Ciheru, Desa Mekarsari, serta Kampung HGU/Reforma yang juga berada di wilayah Desa Mekarsari. Dari sejumlah titik tersebut, Kampung HGU/Reforma menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak, di mana warga mengalami kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari.

Genangan air yang berasal dari luapan aliran sungai dan saluran drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan menyebabkan air masuk ke lingkungan permukiman warga. Kondisi tersebut diperparah oleh curah hujan yang masih tinggi dan cuaca yang belum menunjukkan tanda-tanda membaik.

Salah seorang warga Kampung HGU, Mundrik, menyampaikan kepada awak media bahwa hujan turun hampir tanpa henti dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, cuaca buruk yang berkepanjangan ini menjadi penyebab utama banjir kembali melanda kampung mereka.

“Saat ini hujan tiada henti, sudah beberapa hari cuaca sangat buruk hingga mengakibatkan kampung kami terkena banjir. Air terus naik dan membuat aktivitas warga terganggu,” ujar Mundrik.

Ia juga mengungkapkan bahwa banjir berdampak langsung pada aktivitas pendidikan anak-anak. Demi menjaga keselamatan, banyak orang tua memilih tidak mengizinkan anak-anak mereka berangkat ke sekolah.

“Anak-anak kami tidak bisa sekolah. Kami khawatir banjir semakin meluas dan arus air semakin deras, sehingga membahayakan keselamatan anak-anak,” tambahnya.

Selain mengganggu aktivitas sekolah, banjir juga menyulitkan warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Beberapa akses jalan lingkungan terendam air, menyebabkan mobilitas warga menjadi terbatas, terutama bagi lansia dan anak-anak.

Warga berharap adanya perhatian dan langkah penanganan dari pihak terkait, baik berupa bantuan darurat maupun upaya jangka panjang seperti perbaikan drainase dan pengendalian aliran air, agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.

Media mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir untuk tetap waspada, menjaga keselamatan keluarga, serta menghindari aktivitas di sekitar aliran air yang deras. Warga juga diharapkan segera melaporkan kepada aparat desa atau pihak berwenang apabila kondisi banjir semakin memburuk.

Sumber ; warga
Jurnalis: satim Kabiro pandeglang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *