Djoko Kariyono Serukan Doa untuk Garda Revolusi Iran Hadapi Zionis

—–
KEDIRI, TNIPOLRINEWS.com |
Tokoh media sekaligus Pemimpin Redaksi, Djoko Kariyono, menyampaikan seruan kepada umat Islam agar turut mendoakan perjuangan Garda Revolusi Iran (IRGC) dalam menghadapi konflik dengan Israel yang kian memanas.
Dalam pernyataannya, Djoko Kariyono menekankan pentingnya solidaritas umat Islam di tengah eskalasi geopolitik Timur Tengah yang semakin kompleks. Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengikuti perkembangan konflik, tetapi juga menunjukkan kepedulian melalui doa dan dukungan moral, Jumat (27/03/2026).
Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Serangan militer yang terjadi bahkan dilaporkan menewaskan sejumlah petinggi militer Iran, termasuk pimpinan penting Garda Revolusi.
Selain itu, konflik ini telah menyebabkan ratusan korban jiwa serta meningkatkan kekhawatiran akan perang yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Garda Revolusi Iran sendiri merupakan kekuatan militer elite yang memiliki peran strategis dalam pertahanan negara, termasuk pengembangan sistem rudal dan operasi militer regional.
Djoko Kariyono menyampaikan bahwa momentum ini harus menjadi pengingat bagi umat Islam untuk mempererat ukhuwah Islamiyah.
“Mari kita bersama-sama mendoakan saudara-saudara kita yang sedang berjuang. Solidaritas umat adalah kekuatan besar yang tidak boleh diabaikan,” ujarnya.
Djoko juga menilai bahwa konflik ini bukan hanya persoalan geopolitik, tetapi juga menyangkut nilai kemanusiaan dan keadilan yang harus menjadi perhatian dunia.
Meski menyerukan dukungan moral, Djoko Kariyono tetap berharap agar konflik dapat segera berakhir melalui jalan damai. Ia menegaskan bahwa perdamaian adalah tujuan utama demi menghindari jatuhnya lebih banyak korban sipil.
Situasi di Timur Tengah saat ini masih sangat dinamis, dengan berbagai pihak internasional terus memantau perkembangan dan berupaya meredakan ketegangan.
Seruan Djoko Kariyono menjadi refleksi bahwa di tengah konflik global, peran masyarakat khususnya umat beragama tetap penting dalam menyuarakan perdamaian, kepedulian, dan doa.
Doa, persatuan, dan kepedulian menjadi kekuatan moral yang diyakini mampu memberikan harapan di tengah konflik yang berkepanjangan.
Jurnalis: Zackia Fathur Rozaq, S.M., CPLA
