Februari 20, 2026

Jadi Sorotan Warga Net Polling Suara Masyarakat Sidoarjo Satu Tahun Kinerja Bupati Sidoarjo Hasilnya 85% Kecewa

0

—–

Sidoarjo, TNIPOLRINEWS.com |

Hasil polling suara masyarakat terkait tingkat kepuasan terhadap kinerja Bupati Sidoarjo, H. Subandi, selama satu tahun terakhir menjadi sorotan publik.
Berdasarkan data yang dihimpun melalui formulir digital dengan sampling acak selama 4 hari, dari 17 hingga 20 Februari 2026. Tercatat sebanyak 1.388 responden berpartisipasi dalam jajak pendapat tersebut.

Dari total responden, sebanyak 85,4 persen menyatakan kecewa terhadap kinerja Bupati Sidoarjo. Sementara itu, 10,3 persen menyatakan puas, dan hanya 4,3 persen yang menyatakan sangat puas (20/02/2026).

Data tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden memberikan penilaian negatif terhadap capaian kinerja pemerintahan daerah Sidoarjo dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Polling yang beredar melalui platform digital itu kini telah ditutup dan tidak lagi menerima tanggapan baru. Meski demikian, hasilnya telah menjadi bahan diskusi di tengah masyarakat, khususnya terkait evaluasi program pembangunan, pelayanan publik, serta kebijakan strategis yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Sejumlah pengamat menilai, tingginya angka kekecewaan publik dapat menjadi indikator perlunya evaluasi menyeluruh terhadap efektifitas program kerja, komunikasi publik, hingga responsivitas pemerintah terhadap aspirasi warga.

Namun demikian, perlu dicatat bahwa polling digital bersifat partisipatif dan tidak selalu merepresentasikan keseluruhan populasi masyarakat Sidoarjo secara ilmiah. Meski begitu, hasil tersebut tetap dapat menjadi masukan penting bagi pemerintah daerah dalam memperbaiki kualitas pelayanan dan tata kelola pemerintahan ke depan.

Polling kepuasan atas kinerja Bupati Sidoarjo ini diinisiasi oleh Tim Litbang Relawan Prabowo Gibran “Pelita Prabu Jatim” bekerjasama dengan Java Corruption Watch (JCW) Jatim. Bagi Adhi Ketua Pelita Prabu Jatim bahwa hal seperti ini sudah biasa dalam iklim berdemokrasi sebagai koreksi.

“Hal biasa dalam berdemokrasi dan tentunya akan menjadi koreksi penting,” pungkas pria asli Taman Sidoarjo ini.***

Jurnalis : Wiko Firdiansah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *