Januari 13, 2026

Kapolda Lampung Pimpin Panen Raya Jagung Kuartal IV, Produksi Tembus 86 Ribu Ton

0

Tnipolrinews.com //

Lampung – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus dilakukan di Provinsi Lampung. Kepolisian Daerah Lampung menggelar Panen Raya Jagung serentak Kuartal IV Tahun 2025 dengan capaian produksi mencapai 86.604 ton hingga Januari 2026.

Panen raya tersebut dipusatkan di Dusun IV Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur, Kamis (8/1/2026), dan diikuti oleh jajaran Polda Lampung serta para pemangku kepentingan di sektor pertanian, antara lain Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Lampung, Perum Bulog Cabang Lampung, serta perwakilan dari gabungan kelompok tani se-Provinsi Lampung.

Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah, khususnya dalam mendorong percepatan swasembada jagung di Lampung. Keterlibatan ini tidak hanya berfokus pada kegiatan panen, tetapi juga meliputi pendampingan sejak tahap persiapan lahan hingga pemasaran hasil panen.

“Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga ikut mendorong produktivitas pertanian demi kesejahteraan masyarakat,” kata Helfi. Ia menambahkan bahwa keamanan lingkungan pertanian menjadi salah satu prioritas, termasuk pencegahan pencurian hasil panen dan konflik lahan yang dapat menghambat produktivitas petani.

Ia menyampaikan, luas tanam jagung di Lampung hingga awal Januari 2026 telah mencapai 12.372,81 hektare dari potensi 15.086,81 hektare. Dari luasan tersebut, total hasil panen yang berhasil dikumpulkan mencapai 86.604 ton. Beberapa kabupaten dengan kontribusi produksi terbesar antara lain Lampung Timur, Lampung Selatan, dan Lampung Tengah, masing-masing menyumbang lebih dari 15.000 ton jagung.

Di lahan binaan Polda Lampung yang tersebar di tiga lokasi strategis, panen jagung telah dilakukan pada lahan seluas 57 hektare dengan hasil sekitar 285 ton. Secara keseluruhan, panen Kuartal IV di lahan binaan Polri di berbagai kabupaten mencapai 74,78 hektare dengan estimasi produksi 523,46 ton. Pendampingan teknis pada lahan binaan dilakukan oleh petugas Polri yang telah mendapatkan pelatihan khusus dari ahli pertanian lokal.

Berbagai varietas unggul seperti BISI 18, NK Sumo, NK 212, dan NK 306 digunakan dalam program ini. Varietas tersebut dinilai mampu beradaptasi dengan kondisi tanah Lampung yang sebagian besar berupa latosol dan andosol, serta menghasilkan panen rata-rata 6 hingga 7 ton per hektare. Selain itu, penerapan sistem tanam intensif dan penggunaan pupuk organik campuran pupuk kimia telah meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen.

Kapolda Lampung juga mengingatkan pentingnya pengelolaan pascapanen, mulai dari distribusi pupuk sesuai Rekomendasi Dosis Pemupukan Khusus (RDKK) hingga teknik panen yang tepat agar kualitas jagung tetap terjaga dan memiliki nilai jual tinggi. Menurutnya, kerusakan hasil panen akibat pengelolaan yang tidak tepat dapat mencapai hingga 15 persen, sehingga perlu dilakukan edukasi berkelanjutan kepada petani.

“Petani harus mendapatkan hasil maksimal dari jerih payahnya. Kualitas jagung menjadi kunci agar harga tetap baik dan tidak merugikan petani,” ujarnya. Untuk mendukung hal ini, Polda Lampung bekerja sama dengan Dinas Pertanian untuk menyelenggarakan lokakarya pengelolaan pascapanen secara berkala di berbagai wilayah produktif jagung.

Selain panen raya, kegiatan tersebut turut diisi dengan penyerahan bantuan sarana pertanian berupa alat dan mesin pertanian, di antaranya traktor roda dua dan empat, hand sprayer, PH meter, serta bantuan bibit jagung unggul kepada Gabungan Kelompok Tani se-Lampung Timur. Total nilai bantuan yang diserahkan mencapai lebih dari Rp 250 juta, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja dan produktivitas petani.

Helfi menambahkan, hingga 8 Januari 2026 penyerapan jagung oleh Bulog Lampung telah mencapai 19.724,27 ton atau sekitar 23 persen dari target nasional 87.500 ton, menempatkan Lampung sebagai salah satu provinsi dengan kontribusi terbesar secara nasional. Peningkatan penyerapan ini didukung oleh kerja sama antara Polda Lampung, Bulog, dan pemerintah daerah dalam memfasilitasi proses pengumpulan dan transportasi jagung dari petani ke gudang Bulog.

“Ke depan, kami berharap dukungan lintas sektor terus diperkuat, termasuk penyediaan fasilitas pengering jagung agar hasil panen tetap berkualitas dan kesejahteraan petani semakin meningkat,” pungkasnya. Selain itu, Polda Lampung juga berencana untuk memperluas lahan binaan pertanian pada tahun 2026 menjadi sekitar 100 hektare, dengan fokus pada komoditas jagung dan kedelai sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

Diresmikan pula pada acara tersebut pembentukan Tim Pengamanan dan Pendampingan Pertanian (TPP) yang akan bertugas untuk mengawal proses pertanian dari hulu hingga hilir, serta memfasilitasi akses petani ke pasar dan sumber daya pendukung lainnya. (N.Heriyadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *