Kekuatan Garda Depan
Oleh : Arif Garuda (Sekretaris Media TNI-Polri News)
Produk media massa telah merebut terlalu banyak kapling benak pikiran masyarakat. Suka atau tidak, produk media massa, baik yang mainstream (radio, televisi, surat kabar, majalah) maupun new media (on-line, cyber media), meluber dan mengepung kita tanpa bisa dihindari. Sebagian informasi memang bermanfaat dan menyehatkan, tetapi sisanya sampah belaka.
Dunia pedesaan, kesehatan, kampus, olah raga, dan sebagainya, sangat kaya ragam peristiwa. Para petugas Garda Depan di pedesaan, acapkali berada paling depan pada setiap peristiwa penting, seperti bencana alam, kecelakaan besar, kejahatan, dan berbagai tragedi kemanusiaan. Sangat penting orang yang pertama melihat kejadian seperti halnya relawan Garda Depan. Peristiwa pasti masih hangat, masih sedang berlangsung, atau baru saja berakhir. Belum banyak orang lain berada disitu, apalagi wartawan. Paramedis sering kali berada di depan wartawan.
Hampir semua peristiwa memiliki daya tarik atau kisah memikat. Sayang sekali bila kehadiran Anda yang pertama itu tidak menghasilkan berita. Karenanya kemampuan mencatat elemen-elemen penting peristiwa, dan menuliskannya secara sederhana sangatlah berguna. Setiap catatan sebenarnya merupakan “Pernik Sejarah” atas kejadian. Catatan itu bisa bermanfaat seketika, atau bahkan kelak seiring berjalannya zaman. Tidak ada kata percuma untuk setiap catatan apapun yang pernah Anda buat.
Selanjutnya Anda bisa langsung melaporkan catatan peristiwa itu secara verbal, visual, dan digital sekaligus. Jika Anda menjadi orang pertama yang mengetahui atau menemukan peristiwa itu, amatlah berarti bagi media-media konvensional ( media umum tradisional) yang bertugas menyebarluaskan informasi itu sebagai berita.