Masyarakat Mekarsari Geram: Sampah Menumpuk Dijalan Raya Ciseket, Ganggu Kesehatan Dan Lingkungan
PANIMBANG-PANDEGLANG, tnipolrinews.com – Tumpukan sampah yang menggunung di bahu Jalan Raya Ciseket, Kampung Gadog, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, telah berubah menjadi sumber bau menyengat dan kekhawatiran serius akan kesehatan warga. Pemerintah setempat dinilai lamban dalam menangani pengangkutan sampah ini.
Sampah rumah tangga dan limbah lainnya menumpuk tidak terkendali di bahu jalan utama tersebut.Tumpukan ini telah membusuk, mengeluarkan bau sangat tajam yang mencemari udara, terutama di musim kemarau. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menjadi sumber potensial penyebaran penyakit dan sarang hama.
Warga masyarakat Desa Mekarsari,khususnya di Kampung Gadog dan sekitarnya, serta ribuan pengguna jalan yang melintasi ruas Jalan Raya Ciseket setiap harinya. Mereka terpaksa menutup hidung dan menghirup udara yang tercemar bau sampah.

Lokasi menumpuknya sampah berada tepat dibahu Jalan Raya Ciseket, Kampung Gadog, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Lokasi ini merupakan jalur transportasi yang ramai.
Kejadian ini berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.Pada Sabtu, 27 Desember 2025, kondisi sampah sudah sangat parah dan tidak kunjung diangkut. Keluhan warga telah disampaikan sebelumnya tetapi belum ada tindakan nyata.
1. Ancaman Kesehatan: Bau busuk berasal dari dekomposisi sampah organik yang menghasilkan gas berbahaya seperti metana dan hidrogen sulfida. Sampah juga menjadi tempat berkembang biaknya lalat, tikus, dan nyamuk penyebab penyakit seperti diare, leptospirosis, dan demam berdarah.
2. Pencemaran Lingkungan: Lindi (cairan sampah) dapat mencemari tanah dan air tanah di sekitarnya.
3. Gangguan Kenyamanan Umum: Bau yang menyengat secara signifikan menurunkan kualitas hidup warga dan membuat perjalanan menjadi tidak nyaman.
4. Citra Daerah: Tumpukan sampah di pinggir jalan utama merusak estetika dan citra Kabupaten Pandeglang sebagai daerah tujuan wisata.

solusi yang dituntut warga?
Masyarakat menuntut:
1. Penanganan Segera: Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan pihak terkait segera mengangkut tumpukan sampah tersebut.
2. Penjadwalan Rutin: Dibuatkan jadwal pengangkutan sampah yang teratur dan konsisten di titik tersebut.
3. Penyediaan Fasilitas: Pemerintah Desa dan Kecamatan menyediakan tempat penampungan sampah sementara (TPS) yang memadai dan tertutup untuk mencegah penumpukan di bahu jalan.
4. Koordinasi: Adanya koordinasi yang jelas antara pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten dalam pengelolaan sampah.
“Kami sudah sangat lelah dengan bau busuk ini setiap hari. Ini musim kemarau, baunya semakin menjadi-jadi dan kami khawatir anak-anak kami sakit. Pemerintah seolah tutup mata. Kami meminta tindakan nyata, bukan janji,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini dirilis, belum ada tindakan pengangkutan dari pihak berwenang. Masyarakat berharap rilis ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah untuk segera bertindak.
Jurnalis: Mukri