Menu MBG Diduga Tak Layak Konsumsi, Ibu Hamil dan Balita di Pesawaran Keluhkan Roti Berjamur

TNIPOLRINEWS.COM –
PESAWARAN, 10 Maret 2026 – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat kembali menuai sorotan. Sejumlah penerima manfaat dari kelompok balita, ibu hamil, dan ibu menyusui (B3) di Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, mengeluhkan menu makanan yang dinilai tidak layak konsumsi karena ditemukan dalam kondisi berjamur.
Keluhan tersebut muncul setelah para penerima manfaat mendapatkan paket makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Hanura yang berisi roti. Namun, beberapa di antaranya mengaku mendapati roti yang sudah berjamur saat diterima. Kondisi itu memicu kekhawatiran karena program yang seharusnya mendukung perbaikan gizi justru dinilai berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.
Sejumlah ibu balita dan ibu hamil menyampaikan keluhan tersebut melalui percakapan di media sosial. Mereka mengungkapkan bahwa kejadian serupa tidak hanya terjadi sekali. Dalam percakapan tersebut, beberapa penerima manfaat menyebut roti yang dibagikan pada hari Kamis di wilayah Lempasing sudah dalam kondisi tidak layak dikonsumsi.
“MBG untuk Desa Lempasing hari Kamis, rotinya sudah berjamur. Parah kondisinya,” tulis salah satu penerima manfaat dalam percakapan yang beredar.
Keluhan lain juga muncul dari penerima manfaat yang mengaku pernah menerima menu telur rebus dengan kondisi tidak segar. “Sering juga dapat telur rebus yang sudah bau,” ungkap seorang ibu dalam percakapan yang sama, sembari menunjukkan foto roti yang tampak berjamur.
Meski demikian, masyarakat menegaskan bahwa keluhan tersebut disampaikan bukan untuk menolak program pemerintah. Sebaliknya, mereka berharap program MBG dapat berjalan lebih optimal dengan pengawasan yang lebih ketat, terutama terkait kualitas bahan makanan yang didistribusikan kepada kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Program MBG sendiri merupakan salah satu inisiatif pemerintah untuk memperkuat pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Oleh karena itu, masyarakat berharap pihak pengelola program dapat melakukan evaluasi dan perbaikan agar tujuan peningkatan kualitas gizi dapat tercapai secara maksimal.
Pemberitaan ini disusun berdasarkan keterangan sejumlah penerima manfaat program di lapangan. Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi dari pihak pengelola program maupun instansi terkait guna menjaga prinsip keberimbangan serta akurasi informasi.
(Tim & Redaksi)