Menu MBG Dipertanyakan, Gizi atau Sekadar Formalitas? Sorotan Tajam Untuk Pengelola SPPG Way Ratai

PESAWARAN, Tnipolrinews.com –
Program Makan Bergizi Gratis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dusun Sidoluhur, Desa Wates, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran kembali menuai sorotan. Senin (23/02/2026), awak media mendatangi lokasi untuk meminta klarifikasi kepada Kepala SPPG, Alfandi, S.T, menyusul banyaknya keluhan penerima manfaat terkait kualitas dan komposisi menu.
Pertemuan dilakukan di halaman depan SPPG usai rapat internal pengurus dapur MBG. Menurut Alfandi, rapat tersebut membahas kritik masyarakat mengenai distribusi dan komposisi makanan yang dinilai belum memenuhi harapan.
Keluhan muncul setelah sejumlah penerima manfaat menerima paket makanan yang disebut hanya berisi roti kemasan, beberapa butir kurma, serta serundeng bercampur abon. Dengan asumsi nilai Rp8.000–Rp10.000 per porsi, wali murid mempertanyakan kecukupan gizi dan kesesuaian anggaran dengan kualitas makanan yang diterima.
“Dari mana gizinya kalau hanya begini?” ujar seorang wali murid, mempertanyakan apakah menu tersebut benar-benar memenuhi tujuan program pemenuhan gizi.
Alfandi menyatakan keluhan masyarakat akan dijadikan bahan evaluasi. Namun publik menilai evaluasi saja tidak cukup. Transparansi standar gizi, komposisi menu, serta rincian anggaran per porsi dinilai sebagai kebutuhan mendesak dalam program pelayanan publik.
Program MBG semestinya menjamin kecukupan nutrisi penerima manfaat. Karena itu, akuntabilitas pengelolaan SPPG dipertanyakan, termasuk pengawasan, verifikasi tenaga ahli gizi, serta kompetensi pengelola dalam memastikan standar terpenuhi.
Keluhan yang disebut telah muncul sejak awal operasional memunculkan pertanyaan lebih besar: apakah pengawasan berjalan efektif, atau justru program dibiarkan berjalan tanpa kontrol memadai. Kritik publik dinilai sebagai bentuk kontrol sosial agar program benar-benar berpihak pada kesehatan masyarakat, bukan sekadar memenuhi target administratif.
( Tim & Redaksi )