Februari 7, 2026

Orang Tua Warga Panimbang Mohon Bantuan Pemulangan Anak yang Hilang Komunikasi di Libya

0

TNIPOLRINEWS.COM –

Pandeglang, Banten Seorang warga Kampung Pamatang Jati RT 02/06, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, bernama Satria, memohon dengan penuh harap kepada pemerintah dan instansi terkait agar membantu pemulangan anaknya, Jamaliyah binti Satria, yang hingga kini diketahui berada di luar negeri wilayah Libya dan telah lama tidak ada komunikasi.

Permohonan bantuan pemulangan warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri dan telah kehilangan kontak dengan keluarga.

Pemohon adalah Satria, warga Kampung Pamatang Jati, selaku orang tua dari Jamaliyah Satria yang saat ini diduga bekerja di Libya. Permohonan ini ditujukan kepada Pemerintah Daerah, Dinas Tenaga Kerja, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, serta instansi terkait lainnya.

Jamaliyah binti Satria diketahui berada di wilayah Libya, sementara pihak keluarga berdomisili di Kampung Pamatang Jati RT 02/06, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Hingga saat ini, pihak keluarga menyebutkan sudah cukup lama tidak ada komunikasi dengan Jamaliyah sejak keberangkatannya ke luar negeri. Waktu pasti kehilangan kontak tidak diketahui, namun kondisi tersebut telah berlangsung berbulan-bulan dan menimbulkan kekhawatiran mendalam.

Kekhawatiran keluarga semakin meningkat karena Jamaliyah berangkat ke luar negeri tanpa kejelasan prosedur resmi. Menurut keterangan orang tua, keberangkatan Jamaliyah bermula dari wilayah Tangerang bersama sejumlah temannya, namun keluarga tidak mengetahui secara pasti jalur pemberangkatan, perusahaan penyalur, maupun legalitas keberangkatannya. Situasi keamanan di Libya yang tidak stabil juga menjadi alasan utama keluarga meminta perhatian serius dari pemerintah.

Satria berharap pemerintah segera melakukan penelusuran keberadaan Jamaliyah melalui perwakilan diplomatik Indonesia, serta mengambil langkah konkret untuk memfasilitasi pemulangan ke Tanah Air apabila kondisi memungkinkan. Pihak keluarga juga meminta adanya pendampingan dan perlindungan hukum, mengingat kuat dugaan keberangkatan dilakukan tanpa prosedur yang jelas dan berpotensi melanggar aturan ketenagakerjaan internasional.

Dalam keterangannya, Satria menegaskan bahwa permohonan ini murni atas dasar kemanusiaan dan keselamatan anaknya. Ia juga berharap kasus ini menjadi perhatian serius agar tidak ada lagi warga desa yang menjadi korban pengiriman tenaga kerja ke luar negeri secara tidak resmi.

“Kami hanya orang tua sederhana. Kami mohon perhatian dan bantuan pemerintah agar anak kami bisa dipulangkan ke Indonesia dengan selamat,” ujar Satria dengan suara lirih namun penuh harap.

Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih menanti respons dan langkah nyata dari instansi terkait, sembari berharap adanya kepastian mengenai kondisi dan keberadaan Jamaliyah Satria di Libya.

Jurnalis: Mukri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *