Januari 31, 2026

Ormas Grib Jaya Lampung Dukung Penuh Implementasi Instruksi Gubernur “Kamis Beradat”

0

TNIPOLRINEWS.COM –

Bandar Lampung – Keluarga Besar Organisasi Masyarakat (Ormas) Grib Jaya yang tersebar di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi menyeluruh Instruksi Gubernur Lampung tentang program “Kamis Beradat”.

Sekretaris Daerah DPD Grib Jaya Provinsi Lampung, Herman, menegaskan bahwa pihaknya mendorong seluruh elemen masyarakat untuk melaksanakan Instruksi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal secara kompak dan berkelanjutan.

Menurut Herman, pelaksanaan “Kamis Beradat” sebaiknya tidak hanya diterapkan di lingkungan instansi pemerintahan, tetapi juga mencakup unsur TNI, Polri, Kejaksaan, hingga sektor swasta.
“Mari kita ikuti instruksi Gubernur. Kamis Beradat ini hanya satu hari dalam seminggu. Tentunya ini menjadi bentuk penghormatan bagi para pendatang terhadap daerah yang telah memberi penghidupan di Tanah Sang Bumi Ruwa Jurai,” ujar Herman, Jumat (31/1).

Ia menambahkan, kebijakan tersebut sejalan dengan filosofi “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”. Oleh karena itu, Herman berharap implementasinya dapat dilakukan dengan penuh kegembiraan dan kebanggaan, bukan sekadar formalitas administratif.

“Kamis Beradat, Lampung Bermartabat,” tegasnya.

Melestarikan Budaya Lewat Busana dan Bahasa
Instruksi Gubernur tentang “Kamis Beradat” merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Lampung dalam rangka memperkuat identitas budaya daerah. Program ini mewajibkan penggunaan kemeja batik khas Lampung serta mengutamakan penggunaan bahasa Lampung dalam interaksi sehari-hari di lingkungan kerja setiap hari Kamis.

Kebijakan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal di kalangan masyarakat Lampung, sekaligus menjadi sarana edukasi dan penghormatan budaya bagi para pendatang yang tinggal dan bekerja di Provinsi Lampung.

Dukungan dari organisasi kemasyarakatan seperti Ormas Grib Jaya dinilai sangat penting dalam upaya sosialisasi dan mendorong partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat, sehingga hari Kamis tidak hanya menjadi hari kerja, tetapi juga momentum kebanggaan terhadap adat istiadat dan tradisi Lampung.

(Nasoba)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *