Pembaretan Sejurba Pomau Angkatan 43, Tonggak Lahirnya Penegak Disiplin TNI AU yang Profesional dan Berintegritas

Boyolali, TniPolriNews.com |
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Adi Soemarmo Marsma TNI Henri Ahmad Badawi, S.M., M.M., M.Han menghadiri upacara pembaretan siswa Sekolah Kejuruan Bintara (Sejurba) Polisi Militer Angkatan Udara (Pomau) Angkatan ke-43 Tahun Anggaran 2026 yang digelar di kawasan Waduk Cengklik, Boyolali, Kamis (26/2/2026).
Upacara pembaretan tersebut menjadi momen sakral dan penuh makna dalam rangkaian pendidikan para siswa Sejurba Pomau. Bertindak selaku inspektur upacara adalah Wakil Komandan Puspomau Marsma TNI Seprianus Hanok Sarante, S.H.
Dalam amanatnya Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Udara (Puspomau) Marsda TNI Daan Sulfi, S.Sos., M.Si., M.Han., yang dibacakan oleh Wakil Komandan (Wadan) Puspomau menyampaikan bahwa, pembaretan bukan sekadar seremoni tradisi militer, melainkan simbol pengukuhan jati diri dan komitmen moral sebagai prajurit Polisi Militer TNI Angkatan Udara. Pendidikan Sejurba Pomau dirancang untuk membentuk personel yang memiliki kompetensi kepolisian militer yang andal, profesional, serta mampu menjalankan tugas penegakan hukum secara tegas dan terukur.
Selain aspek kemampuan teknis, para siswa juga dituntut memiliki sikap mental dan karakter yang kokoh, yang senantiasa berlandaskan nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam setiap pelaksanaan tugas, baik di lingkungan satuan maupun dalam dinamika pengabdian di tengah masyarakat.
Baret biru yang disematkan di kepala para siswa mengandung makna kehormatan, kebanggaan, dan tanggung jawab besar. Di dalamnya tersimpan amanah untuk menegakkan disiplin, menjaga tata tertib, serta memelihara wibawa TNI Angkatan Udara di mana pun bertugas.
Sebagai bagian dari fungsi kepolisian militer, Pomau memiliki tugas membantu Komandan atau pimpinan dalam pelaksanaan penyelidikan kriminal, pengamanan fisik, penegakan hukum, serta penyidikan terhadap anggota TNI AU. Peran tersebut menuntut integritas tinggi, ketegasan dalam bertindak, serta profesionalisme yang tidak dapat ditawar.
Mengakhiri amanatnya, Komandan Puspomau memberikan sejumlah penekanan kepada para siswa sebagai pedoman dalam penugasan ke depan, yakni agar senantiasa bertindak tegas, profesional, dan sesuai prosedur; responsif terhadap ancaman siber dan disinformasi; menjaga netralitas dan stabilitas nasional; menjunjung tinggi integritas di tengah sorotan publik; bersikap humanis tanpa ragu dalam mengambil tindakan; siap menjadi penegak disiplin; serta terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan adaptif menghadapi perkembangan lingkungan strategis.
Upacara pembaretan ini menjadi tonggak awal lahirnya prajurit-prajurit Polisi Militer TNI Angkatan Udara yang siap mengemban amanah sebagai garda terdepan dalam menjaga disiplin dan kehormatan institusi.
Reporter: M. Ng. Djoko Kariyono, S.Pd., C.Par / Sumber: Puspen TNI