Peran Wartawan Era Digitalisasi dalam Sarehsehan Pers Pemalang Tahun 2026

Pemalang, Tnipolrinews.com |
Peran Pers sangat penting dalam memberi informasi kepada masyarakat di era digitalisasi. Disampaikan Bupati Pemalang Anom Widiantoro dan Perwakilan OJK Tegal di pendopo pada Hari Kamis, 5-3-2026.
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pemalang, Dian Ika Siswanti menyampaikan bahwa menyaksikan bagaimana pergolakan ekonomi global tiap hari, maka sarehsehan siang ini menjadi penting dalam menampung aspirasi rekan-rekan pers.
Satu diantara sekian tujuan pers, menyebarluaskan informasi kepada masyarakat. Tentu informasi positip yang mampu membangkitkan semangat Warga Pemalang untuk bersama membangun demi kesejahteraan bersama.
“Kegiatan ini terlaksana dengan APBD Kabupaten Pemalang Tahun Anggaran 2025,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Pemalang, Anom Widiantoro menyampaikan bahwa media yang profesional, selain kecepatan beritanya langsung diakses masyarakat, sesuai fakta di lapangan. Menjadi sumber info penting bagi Warga Pemalang untuk menilai bagaimana kinerja Pemerintah selama ini.
Bahkan tiap hari, lanjut Bupati tiap kegiatan Pemerintah bisa diakses warga melalui media online dan media cetak. Maka melalui sarehsehan hari ini, kita pertahankan bahkan tingkatkan profesionalitas media.

“Sebenarnya kita sedang berkompetisi dengan negara lain, maka ketahanan ekonomi dan digitalisasi menjadi sangat penting,” ungkapnya.
Moderator sarehsehan di Pendopo Kabupaten Pemalang oleh Bagus Sutopo selaku Asisten Sekda Pemalang. Dengan dua narasumber yang terdiri dari Perwakilan BI (Bank Indonesia) Cabang Tegal dan Perwakilan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Tegal.
Dalam pengantarnya, Bagus Sutopo mengajak ratusan wartawan yang hadir untuk meneriakan yel-yel penyemangat.
“Pemalang Iklash… Pemalang milik kita!” Teriaknya.
Sebenarnya berita yang dipublikasi oleh rekan-rekan jurnalis tentang Pemalang, baik hasil pembangunan atau kejadian di masyarakat merupakan bukti cinta wartawan kepada Kabupaten Pemalang, lanjut Bagus Sutopo dalam mengawali diskusi.
Nara sumber Bidang Administrasi Sistem Pembayaran BI Tegal, Handoko Ali Efendi menyampaikan bahwa kehadiran bank merupakan Perangkat Pemerintah untuk membangun ekonomi warga negara.
Pemerintah mempercayakan kepada BI untuk menggelontorkan dana setiap bank seluruh Indonesia tiap tahun. Juga mencatat nasabah yang belum mampu menyelesaikan pinjamanya, yang dikenal dengan sebutan BI Cheking.
“Keberadaan BI menjadi penting manakala bank-bank di bawah pengawasanya dinilai sehat kinerjanya,” papar Handoko.

Sementara itu, Adelin Natasa Dany selaku Asisten Manager OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Tegal menegaskan bahwa kinerja OJK selama ini dapat respon positip dari masyarakat.
Terkait Satgas Pasti, menjawab pertanyaan Kustajianto tentang bantuan secara nyata, jika terjadi dugaan ancaman oleh oknum petugas bank yang melakukan penagihan pada nasabah yang pailit.
Nasabah tersebut agar langsung ke Kantor OJK Tegal, melaporkan dugaan ancaman dengan detil, termasuk barang bukti dan saksi. Sebab pada umumnya kasus seperti itu terjadi di rumah nasabah.
“Bentuk bantuan dari OJK, sesuai perkara yang diadukan oleh nasabah,” ujarnya.
Karena tujuan OJK, lanjut Adelin, pertama untuk mengatur, kedua melakukan pengawasan dan ketiga untuk melindungi. Semua diperuntukan pada sektor perbankan, sektor industri keuangan dan sektor pasar modal.
Dalam hal melindungi, OJK melindungi konsumen dan masyarakat.
(Kustajianto, Suhari)