Februari 7, 2026

Pernah Dianggap Sesat

0

Ditulis : Doktor. M. Rosidi Dosen UMBS

TNIPOLRINEWS.COM –

Brebes – Pernahkah kamu berpikir, kalau pendidikan Indonesia hari ini masih jauh lebih baik karena seorang ulama yang dianggap sesat?

Ketika semua ulama menolak ilmu Barat, satu tokoh justru mempertemukan Islam dan sains di teras rumahnya sendiri.

Ketika kaum kolonial ingin membiarkan rakyat bodoh, ia justru mendirikan sekolah modern tanpa bantuan siapapun.

K.H. Ahmad Dahlan melihat anak-anak pribumi tumbuh tanpa akses pendidikan. Mereka dipaksa kerja, dipandang rendah, dan tidak punya masa depan.

Rasa iba bukan hanya membuatnya menangis, tapi membuatnya bertindak. Ia meminjam ruang tamu rumahnya sendiri untuk dijadikan kelas.

Dengan tiga meja, tiga kursi, dan satu papan tulis, ia mulai mengajar. Hanya sembilan murid, tapi impiannya sangat besar: membebaskan bangsa.

Banyak ulama menentangnya. Menurut mereka, mengajarkan ilmu umum berarti tunduk pada Barat. Islam akan tercemar, katanya.

Orangtuapun enggan menyekolahkan anaknya. Takut mereka menjadi kafir. Takut mereka lupa agama. Ahmad Dahlan dipandang sesat.

Tapi ia tidak mundur. Ia percaya, Islam tidak pernah takut pada ilmu. Islam tidak pernah lemah pada modernitas. Islam memang datang untuk mencerahkan.

Perlahan, muridnya bertambah. Mereka belajar membaca, menulis, berhitung, dan juga belajar Al-Qur’an. Semua di satu ruangan, tanpa sekat.
Dari ruang tamu itu, lahir Muhammadiyah. Dari Muhammadiyah, lahir ribuan sekolah. Dari ribuan sekolah, lahir puluhan ribu lulusan.

Hingga hari ini, lebih dari 2.000 lembaga pendidikan Muhammadiyah ada di seluruh Indonesia. Mulai dari TK hingga universitas.

K.H. Ahmad Dahlan membuktikan, pendidikan bukan soal bangunan megah atau kurikulum canggih. Pendidikan adalah niat untuk membebaskan.
Ia tidak hanya mengajarkan ilmu, tapi juga akhlak. Tidak hanya mencerdaskan, tapi juga memanusiakan. Itulah filsafat pendidikannya.

Dan ia membuktikan, perubahan tidak datang dari mereka yang pintar bicara, tapi dari mereka yang berani bertindak meski sendirian.

Kaperwil TNIPOLRINEWS Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *