Januari 19, 2026

Polri-TNI Terus Lakukan Penanganan Banjir Donggala, Akses Jalan Mulai Dibuka dan Pembersihan Rumah Warga Digencarkan

0

Tnipolrinews.com //

DONGGALA – Memasuki hari keenam pascabencana banjir bandang di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, personel gabungan TNI-Polri bersama instansi terkait terus melakukan upaya penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak.
Pada Jumat (16/1/2026), bertempat di Kecamatan Tanantovea dan Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, ratusan personel gabungan kembali diterjunkan untuk melaksanakan berbagai kegiatan penanganan bencana, mulai dari pembersihan lingkungan, perbaikan infrastruktur, hingga pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan diawali dengan apel pengecekan personel yang dipimpin oleh Kabag Ops Polres Donggala AKP Wakhidin, S.H. Apel tersebut diikuti oleh seluruh personel yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana.

Selanjutnya, personel gabungan melaksanakan tugas sesuai pembagian sektor kerja. Di antaranya melakukan pembersihan lanjutan rumah warga terdampak di Desa Labuan Kungguma, Kecamatan Labuan, pemasangan jembatan gorong-gorong untuk membuka kembali akses menuju Desa Labuan Lumbubaka, serta pembersihan hunian tetap (huntap) I dan II di Desa Wani Lumbupetigi, Kecamatan Tanantovea.

Kapolres Donggala AKBP Angga Dewanto Basari, S.I.K., M.Si., juga turun langsung melakukan survei lokasi guna memastikan proses pembangunan jembatan gorong-gorong dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.

Dalam kegiatan penanganan ini, total personel yang terlibat meliputi 92 personel Polres Donggala, 102 personel Sat Brimobda Sulteng, 30 personel TNI AD, 25 personel BPBD Kabupaten Donggala, serta tim kesehatan dari Bid Dokkes Polda Sulteng.

Berdasarkan data terbaru, sejumlah wilayah di Kabupaten Donggala masih terdampak cukup signifikan. Total keseluruhan dampak bencana hingga 14 Januari 2026 meliputi 4 unit rumah hanyut, 268 rumah tergenang air, 8 rumah rusak, serta 134 kepala keluarga atau 1.093 jiwa terdampak.

Selain itu, tercatat 10 unit jembatan rusak, 1 sekolah, 1 masjid, 3 ruas jalan raya, dan 1 kantor KUA turut mengalami dampak akibat banjir bandang tersebut.
Meski status tanggap darurat bencana telah berakhir pada 15 Januari 2026, penanganan bencana tetap dilanjutkan melalui Operasi Aman Nusa II hingga 17 Januari 2026 guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal.

Kabag Penum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menyampaikan bahwa langkah cepat yang dilakukan jajaran Polda Sulawesi Tengah merupakan wujud kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah.

“Polri bersama TNI dan instansi terkait terus bekerja maksimal untuk mempercepat pemulihan pascabencana di Kabupaten Donggala. Fokus utama saat ini adalah membuka akses jalan yang terputus, membersihkan rumah warga, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” ujar Kombes Pol Erdi dalam keterangannya.

Ia menegaskan, keterlibatan personel di lapangan bukan hanya untuk membantu pemulihan fisik, tetapi juga membangun kembali rasa aman dan optimisme masyarakat.

“Kegiatan kerja bakti dan penanganan bencana ini adalah bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat. Kehadiran aparat di tengah warga diharapkan mampu meringankan beban korban sekaligus memperkuat kedekatan antara Polri dan masyarakat,” tambahnya.

Dalam rencana tindak lanjut, Satgas Penanggulangan Bencana akan melanjutkan pembuatan jembatan gorong-gorong menuju Desa Labuan Lumbubaka, melakukan pembersihan lanjutan rumah warga, mengerahkan mobil AWC untuk distribusi air bersih, serta memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Tim kesehatan yang diterjunkan telah melakukan pemeriksaan awal terhadap lebih dari 300 warga terdampak, dengan fokus pada pencegahan penyakit menular akibat genangan air seperti diare dan demam berdarah. Selain itu, telah dibentuk posko kesehatan sementara di tiga titik strategis untuk memudahkan akses layanan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil.

Untuk kebutuhan makanan dan kebutuhan pokok lainnya, pihak BPBD Kabupaten Donggala telah bekerja sama dengan berbagai organisasi kemasyarakatan untuk mendistribusikan paket sembako kepada korban bencana. Hingga saat ini, telah terdistribusikan sebanyak 150 paket sembako yang terdiri dari beras, gula, minyak goreng, telur, dan bahan makanan lainnya kepada keluarga terdampak di Kecamatan Tanantovea dan Labuan.

Dalam hal infrastruktur, tim teknik dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Donggala juga telah bergabung dalam upaya pemulihan. Mereka melakukan pengecekan kondisi jalan raya yang rusak dan merencanakan perbaikan sementara untuk memfasilitasi pergerakan kendaraan bantuan serta aktivitas masyarakat sehari-hari. Beberapa ruas jalan yang sebelumnya tergenang telah berhasil dibersihkan dan dapat digunakan kembali dengan pembatasan beban kendaraan.

Kepala BPBD Kabupaten Donggala, Drs. H. Syarifuddin, M.Si., menjelaskan bahwa pihaknya juga sedang melakukan pendataan ulang terhadap kerusakan yang terjadi akibat bencana untuk menyusun rencana pemulihan jangka panjang. “Kita perlu memastikan bahwa setiap korban mendapatkan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Pendataan ini akan menjadi dasar bagi kita untuk menyusun program pemulihan yang komprehensif, termasuk pembangunan kembali rumah yang rusak parah dan perbaikan infrastruktur publik,” ujarnya.

Selain itu, Polri juga telah mengerahkan personel untuk melakukan patroli rutin di wilayah terdampak guna menjaga keamanan dan ketertiban. Patroli dilakukan secara berkala baik pada siang maupun malam hari untuk mencegah terjadinya perkara yang tidak diinginkan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Hingga saat ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polda Sulawesi Tengah dilaporkan tetap dalam keadaan aman dan terkendali. Beberapa warga yang sempat mengungsi ke tempat penampungan sementara juga telah mulai kembali ke rumah mereka setelah kondisi lingkungan sekitar dianggap aman dan akses jalan dapat dilewati.

“Polri memastikan seluruh rangkaian penanganan bencana berjalan dengan baik dan terkoordinasi. Kami akan terus hadir mendampingi masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih,” tutup Kombes Pol Erdi.

Dengan kerja keras dan sinergi seluruh pihak, diharapkan proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Donggala dapat berlangsung cepat sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal seperti sedia kala. Pihak terkait juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan genangan air kembali akibat cuaca yang tidak menentu dan segera melaporkan setiap kondisi yang mengkhawatirkan ke instansi berwenang. (N.Heriyadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *