November 29, 2025

PROYEK IRIGASI DESA MUNJUL DIDUGA ASAL JADI

0

TNIPOLRINEWS.COM –

Ditemukan dugaan kuat ketidaksesuaian pada proyek Pengelolaan Lahan dan Jaringan Irigasi di Desa Munjul. Temuan meliputi pondasi tidak digali, batu tidak tertanam, ketebalan bangunan tidak merata, serta tidak adanya volume pekerjaan pada papan proyek.

Pelaksana kegiatan tercantum sebagai Kelompok Saliyuy.

Sumber informasi berasal dari masyarakat, pekerja lapangan, serta Iwan Gaib Perjuangan, yang menyampaikan kepada Media TNI Polri News bahwa kondisi pekerjaan di lapangan benar-benar memprihatinkan dan jauh dari standar, serta menegaskan bahwa masyarakat berhak atas transparansi penggunaan anggaran negara.

Lokasi pekerjaan berada di jalur irigasi Desa Munjul, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Temuan ini didokumentasikan dan dilaporkan pada 25 November 2025.

Karena terdapat dugaan pelanggaran teknis dan kurangnya transparansi, antara lain:

Pondasi tidak digali ulang, hanya menumpang pada tanah labil.

Batu pondasi tidak tertanam, rawan ambruk.
Ketebalan konstruksi tidak sesuai standar RAB.

Volume pekerjaan tidak dicantumkan pada papan proyek.

Pekerja mengakui bahwa jalur irigasi tidak digali, hanya ditumpangkan di atas tanah.

Semua temuan ini memunculkan dugaan bahwa pekerjaan tidak sebanding dengan anggaran Rp 69.000.000.

Temuan diperoleh melalui dokumentasi lapangan, wawancara dengan pekerja, pengecekan fisik konstruksi, serta keterangan langsung dari masyarakat — termasuk pernyataan tegas dari Iwan Gaib Perjuangan yang menilai proyek ini tidak memenuhi unsur teknis dan transparansi publik.

Media TNI Polri News meminta pihak pelaksana, pengawas, dan instansi terkait untuk memberikan klarifikasi resmi mengenai standar teknis, volume pekerjaan, serta pertanggungjawaban anggaran.

Karena ini adalah uang negara, publik berhak menerima pekerjaan yang berkualitas, bukan hasil asal jadi.

 

Sumber: iwan gaib
Reporter: sahroni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *